Ledakan Guncang Bandara Riyadh, Penerbangan Dibatalkan
Ledakan keras terjadi di Bandara Internasional Riyadh, menyebabkan evakuasi, pembatalan penerbangan, dan penutupan sementara akibat kekhawatiran keamanan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kerusuhan keamanan kembali terjadi di Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu (10/10/2026), ketika ledakan keras mengguncang area terminal. Sejumlah penumpang dievakuasi dari zona terdampak, sementara otoritas penerbangan sipil mengalihkan atau membatalkan seluruh penerbangan ke dan dari kota tersebut. Kondisi darurat dinyatakan menyusul munculnya lebih dari belasan ambulans yang bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Tidak ada pernyataan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab ledakan. Kantor media pemerintah Arab Saudi serta otoritas penerbangan belum memberikan keterangan lebih lanjut, meski sejumlah sumber yang dekat dengan situasi menyebut insiden ini terkait dengan ketegangan regional. Sistem pelacak penerbangan flightradar24 mencatat seluruh penerbangan ke Riyadh dialihkan atau dibatalkan, dengan hanya satu helikopter terpantau berada di atas area bandara pada puncak kejadian.
Beberapa maskapai besar, termasuk Etihad Airways, Qatar Airways, dan Kuwait Airways, mengumumkan pembatalan layanan sementara ke Riyadh. Penerbangan yang dibatalkan berlaku hingga Senin (12/10), dengan alasan “situasi keamanan” yang memicu penutupan sementara fasilitas udara. Hal ini memperparah tekanan pada jaringan penerbangan internasional yang sudah terganggu sejak serangan Houthi pada Kamis (8/10) dan hari-hari sebelumnya.
Insiden ini terjadi dalam konteks meningkatnya serangan rudal kelompok Houthi Yaman ke wilayah Arab Saudi, yang sebelumnya telah menyebabkan empat korban tewas, sejumlah luka, serta kerusakan parah pada satu pesawat. Meski demikian, penyelenggara acara besar di Riyadh yang rencananya digelar dalam waktu dekat tetap menegaskan bahwa agenda tetap berjalan sesuai jadwal, serta menjamin keamanan peserta.
Houthi sebelumnya telah menyatakan wilayah udara Saudi sebagai zona operasi militer, menuntut pesawat sipil menghindari area tersebut setelah pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan balasan awal bulan ini. Tindakan ini menandai kembali eskalasi ketegangan di kawasan, yang berdampak langsung pada stabilitas infrastruktur transportasi udara di ibu kota Arab Saudi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Digitalisasi Manajemen ASN Kemenkum 2027, Otomatisasi Pengawasan Kinerja
Transformasi digital layanan kepegawaian Kemenkum akan menyeluruh pada 2027, dengan integrasi SIMPEG dan SATRIA BMN untuk otomatisasi pemantauan kinerja ASN dan penegakan disiplin.
11 Oktober 2026

Orang Tua China Bayar Rp26 Juta Biayai Anak Latih Hidup Susah
Sejumlah orang tua di China rela mengeluarkan dana hingga Rp26 juta untuk mendaftarkan anak ke kamp musim panas yang menekankan pengalaman kerja kasar demi menumbuhkan rasa syukur dan pemahaman atas kesulitan hidup.
11 Oktober 2026

Taiwan Perkuat Pertahanan demi Cegah Konflik Militer
Presiden Lai Ching-te menegaskan peningkatan anggaran pertahanan sebesar NT$1,1 triliun sebagai langkah preventif, bukan provokatif, untuk menjaga stabilitas di tengah tekanan dari China.
10 Oktober 2026

Pengusaha Daerah Dilibatkan Jadi Pemain Utama dalam Rantai Biomassa PLN
PLN EPI mengajak pelaku usaha lokal mengolah limbah dan sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi melalui pengembangan rantai pasok biomassa yang inklusif.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Dorong 100 Kampung Nelayan Siap Operasional Akhir 2026
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.30 WITA

Dedi Congor Absen Pemeriksaan KPK karena Sakit, Penyidik Jadwalkan Ulang
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.29 WITA

Sewa Bong dan Lapak Narkoba di Dua Kampung di Jakarta Barat
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.29 WITA

Dua Tersangka Pembunuhan di Jaktim Diamankan Polisi
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.29 WITA

Jakarta Ungguli New York dalam Tata Kelola Transportasi
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.28 WITA

22 Penyu Hijau Gagal Diselundupkan di Perairan Serangan
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.27 WITA

Malaysia Naikkan Upah Minimum ke Rp8,7 Juta Mulai 2027
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.27 WITA

Bandung Jadi Pusat Pelatihan PMI Terampil untuk Pasar Jepang
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.26 WITA

