Len Industri Diberi Mandat Pimpin Pengembangan Motor Listrik Nasional
Pemerintah menunjuk PT Len Industri sebagai pelaksana utama program Motor Listrik Nasional dengan peran sebagai lead integrator dan koordinator ekosistem produksi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.45 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menetapkan PT Len Industri (Persero) sebagai pelaksana utama Program Pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas), berdasarkan surat penugasan resmi dari Menteri Sekretaris Negara. Surat bernomor B-15/M/SDK/KI.00/08/2026 yang dikeluarkan pada 12 Agustus 2026 menegaskan peran strategis perusahaan dalam mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional. Penunjukan ini merupakan implementasi arahan Presiden dalam Rapat Terbatas pada 14 Juli 2026, yang menekankan pentingnya pengembangan teknologi transportasi berbasis listrik secara mandiri.
Dalam tugasnya, Len Industri diminta untuk mengelola program secara terkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta melaporkan perkembangan secara berkala langsung kepada Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara. Peran ini menempatkan perusahaan sebagai lead integrator, yang mengoordinasikan seluruh elemen dalam ekosistem Molinas, mulai dari desain, riset dan pengembangan (R&D), manufaktur, hingga infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya.
Ekosistem Molinas dibangun secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai entitas strategis. Di bidang produksi baterai, dukungan diberikan oleh Indonesia Battery Corporation (IBC), sementara distribusi dan layanan purna jual melibatkan Koperasi Merah Putih serta perusahaan BUMN. Pendanaan dan pembiayaan program dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur, sedangkan pengembangan teknologi baterai CATIB dan CATL yang telah beroperasi di Karawang menjadi bagian dari fondasi produksi nasional.
Saat ini, Len Industri tengah mengembangkan dua produk unggulan: motor trail listrik dan Electrical Bike Sprint. Motor listrik berdaya 3.000 watt ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 60 kilometer dalam sekali pengisian, dengan kecepatan maksimal mencapai 80 kilometer per jam. Semua tahap pengembangan, pengujian, hingga perakitan dilakukan secara lokal, menunjukkan komitmen terhadap industrialisasi dan inovasi berbasis teknologi Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Kementerian Perhubungan tetap menerapkan aturan surat edaran untuk pengangkutan mobil listrik melalui kapal, dengan syarat baterai tidak melebihi 50% dan penempatan di dek terbuka.
12 September 2026

Kendaraan ODOL Ancam Optimalisasi Kapal Penyeberangan
Pemerintah gencar tindak kendaraan ODOL untuk capai zero ODOL, lantaran merugikan operator kapal akibat kurangnya kapasitas muat dan risiko keselamatan.
12 September 2026

BYD Putuskan Ubah Strategi Produksi di Malaysia
BYD membatalkan rencana pabrik perakitan sendiri di Tanjung Malim dan kini fokus pada kemitraan dengan mitra lokal untuk memenuhi aturan impor baru.
11 September 2026

Thailand Siapkan Tarif Tiga Level untuk Kendaraan Listrik
Thailand mempersiapkan kebijakan tarif cukai tiga tingkat untuk kendaraan listrik, membedakan impor utuh dan produk lokal, demi menjaga daya saing di tengah persaingan investasi dari Indonesia dan Vietnam.
11 September 2026
Berita Lainnya

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA


