Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lentera Hilang dan Misi Delapan Pencuri

Film animasi China terbaru mengungkap asal-usul delapan tokoh mitos lewat kisah pencurian, perjalanan menyeberang ke alam surgawi, dan konspirasi yang mengancam keseimbangan dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lentera Hilang dan Misi Delapan Pencuri
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film animasi terlaris China 2026, *All Wishes Come True!*, menggambarkan awal perjalanan delapan tokoh yang kemudian menjadi legenda sebagai Delapan Dewa Abadi dalam mitologi Tiongkok. Sebelum menjadi makhluk suci, mereka adalah manusia biasa dengan kelemahan dan dosa. Cerita dimulai dari kehilangan Lentera Yu Xu, simbol kedamaian dunia manusia, yang menghilang setelah Sang Penjaga—penjaga utama—dituduh menjualnya demi kepentingan pribadi. Kehilangan itu memicu badai dahsyat dan kekacauan, memaksa banyak manusia berbondong-bondong mencari perlindungan di Penglai, alam legendaris tempat manusia dan dewa hidup berdampingan.

Salah satu tokoh utama, Lü Dongbin, seorang pendekar pedang, ikut serta dalam perjalanan ke Penglai dengan misi mencari keberadaan Lentera Yu Xu. Di sana, ia bertemu Zhongli Quan, seorang pencuri ulung yang tengah merencanakan aksi pembobolan perbendaharaan surgawi para dewa. Awalnya, keduanya berseteru, namun akhirnya sepakat bekerja sama untuk mencuri emas dari tempat yang dijaga ketat. Dalam perjalanan, mereka ditemani lima tokoh lain: Tieguai Li, Lan Caihe, Han Xiangzi, Zhang Guolao, dan Cao Guojiu, semua memiliki tujuan pribadi, terutama mencari kekayaan.

Namun, rencana pencurian berubah drastis saat mereka menyadari bahwa Lentera Yu Xu bukan hanya benda berharga, melainkan kunci dari keseimbangan antara dunia fana dan alam dewa. Mereka kemudian menemukan bahwa ada pencuri misterius yang juga mengincar benda itu, serta Dewa Perang Yang Jian yang memiliki misi tersembunyi. Aksi mereka yang awalnya hanya fokus pada keuntungan pribadi kini terlibat dalam konspirasi besar yang mengancam eksistensi kedua alam.

Film yang dirilis 18 Juli di China ini berhasil meraih pendapatan US$235,9 juta hingga 19 Agustus 2026, menjadi animasi terlaris sepanjang tahun tersebut. Di Indonesia, film ini tayang perdana pada 2 September, menarik perhatian penonton dengan narasi kompleks yang menggabungkan mitologi, aksi, dan tema moral tentang korupsi kekuasaan dan kebangkitan diri dari kegagalan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya