Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Likud Terdesak, Yashar Ungguli Netanyahu dalam Jajak Pendapat Terbaru

Jajak pendapat terbaru menunjukkan Partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot unggul atas Likud Benjamin Netanyahu, dengan perolehan 24 kursi dibanding 23 kursi untuk Likud, sebelum pemilu 27 Oktober.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Likud Terdesak, Yashar Ungguli Netanyahu dalam Jajak Pendapat Terbaru
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Hasil jajak pendapat terbaru menggambarkan perubahan signifikan dalam dinamika politik Israel menjelang pemilihan umum 27 Oktober. Partai Yashar yang dipimpin mantan komandan militer Gadi Eisenkot berhasil meraih 24 kursi di Knesset, melampaui Likud yang hanya mendapatkan 23 kursi. Angka ini menandai kejutan besar dalam tren politik yang selama ini didominasi oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Di posisi ketiga, Partai B'Yachad pimpinan Naftali Bennett meraih 15 kursi, disusul Partai Demokrat Yair Golan dengan 11 kursi. Yisrael Beytenu milik Avigdor Lieberman meraih sembilan kursi, sementara United Torah Judaism dan Otzma Yehudit masing-masing mendapatkan delapan kursi. Joint List dan Shas sama-sama meraih tujuh kursi, menunjukkan konsistensi dukungan dari komunitas minoritas.

Partai baru yang dipimpin mantan perwira militer Ofer Winter, Rakyat Israel, mencatat kemajuan penting dengan meraih empat kursi. Daftar Arab Bersatu yang dipimpin Mansour Abbas juga berhasil meraih empat kursi, memperkuat posisi koalisi politik lintas etnis. Di sisi lain, sejumlah partai sekutu Netanyahu mengalami penurunan drastis, dengan beberapa gagal melewati ambang batas parlemen.

Partai Zionisme Religius yang dipimpin Bezalel Smotrich hanya meraih 2,6 persen suara, gagal memperoleh kursi. Sama halnya dengan Partai Rumah Zionis untuk Cadangan yang dipimpin Chili Tropper dan Yoaz Hendel, juga hanya meraih 2,6 persen suara, sehingga tak memenuhi syarat masuk Knesset. Jajak pendapat juga menunjukkan Eisenkot unggul dalam preferensi pemilih sebagai calon perdana menteri dibanding Netanyahu, mencerminkan pergeseran preferensi publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya