Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

LIRA Sultra Desak Istri Gubernur Jelaskan Denda PT TMS

LIRA Sultra menyerukan transparansi soal belum dilunasinya denda administratif PT TMS, meminta istri Gubernur ASR buka suara demi menjaga kepercayaan publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
LIRA Sultra Desak Istri Gubernur Jelaskan Denda PT TMS📷 MediaKendari

Kendari, ıNarasikita - Ketua Gubernur LIRA Sulawesi Tenggara, Jefry Rembasa, secara tegas meminta istri Gubernur ASR untuk memberikan penjelasan publik terkait tunggakan denda administratif PT Tonia Mitra Sejahtera (PT TMS) yang belum diselesaikan hingga kini. Permintaan ini muncul menyusul sorotan terhadap operasional perusahaan tambang nikel di Kabaena, Bombana, yang diduga telah mengabaikan kewajiban finansial kepada negara.

Jefry menekankan bahwa keberadaan denda tersebut bukan sekadar urusan internal perusahaan, melainkan menyangkut keuangan negara dan kredibilitas pemerintahan daerah. Ia menilai bahwa kedekatan istri Gubernur ASR dengan lingkaran bisnis PT TMS menuntut tanggung jawab sosial dalam membuka ruang diskusi terbuka demi mencegah persepsi negatif di masyarakat.

Dalam pernyataannya, Jefry menyatakan bahwa jika denda memang belum dibayar, maka perlu ada alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia memperingatkan bahwa ketidaktahuan atau ketidaktransparanan dapat menimbulkan dugaan pembiaran, bahkan perlindungan terhadap perusahaan yang melanggar kewajiban hukum. Keterbukaan informasi, menurutnya, adalah prasyarat utama dalam sistem tata kelola pemerintahan yang baik.

LIRA Sultra juga mengimbau aparat penegak hukum dan instansi terkait, khususnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sultra, untuk tidak abai terhadap kasus ini. Jika terbukti denda belum dilunasi, maka aktivitas operasional PT TMS harus dievaluasi secara menyeluruh, termasuk kemungkinan penghentian sementara hingga kewajiban finansial dipenuhi.

Hingga saat ini, PT TMS maupun pihak istri Gubernur ASR belum memberikan respons resmi. LIRA menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap menggelar aksi publik serta melaporkan ke Kejaksaan Tinggi dan Komisi Pemberantasan Korupsi jika tidak ada penjelasan yang memadai dari pihak berwenang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya