Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

LPS Dorong Literasi Keuangan Lampung Lewat Festival 2026

LPS menggelar Festival Keuangan 2026 di Lampung untuk tingkatkan pemahaman masyarakat soal penjaminan simpanan dan perluasan literasi keuangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
LPS Dorong Literasi Keuangan Lampung Lewat Festival 2026
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan Lampung sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Keuangan 2026 sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat pemahaman publik terhadap sistem penjaminan simpanan. Pemilihan wilayah ini didasarkan pada hasil pemetaan internal yang menunjukkan tingkat literasi masyarakat Lampung terhadap penjaminan simpanan masih berada di bawah rata-rata nasional. Upaya ini merupakan bagian dari program tahunan yang rutin diselenggarakan dua kali dalam setahun untuk mencapai penetrasi edukasi yang lebih luas.

Survei yang dilakukan LPS mengungkapkan bahwa secara nasional, sekitar 62,5 persen masyarakat mengetahui bahwa simpanan di bank dijamin. Namun, di Lampung, persentase tersebut hanya mencapai 58,5 persen, menunjukkan adanya celah yang perlu ditutup melalui intervensi edukatif. Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner LPS, menekankan bahwa meskipun mayoritas mengetahui adanya jaminan, hanya 46,3 persen yang menyadari bahwa lembaga yang menjamin adalah LPS. Kesenjangan ini menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan acara.

Melalui berbagai sesi edukasi, diskusi, dan aktivitas interaktif, LPS bertujuan untuk memperjelas mekanisme penjaminan, termasuk batas maksimal yang dijamin, jenis simpanan yang tercakup, serta yang tidak termasuk dalam cakupan. Pemahaman yang lebih baik diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri menyimpan dana di lembaga keuangan resmi, serta meningkatkan kebiasaan menabung. Target internal LPS adalah meningkatkan literasi Lampung hingga melampaui rata-rata nasional setelah pelaksanaan festival.

Untuk menilai efektivitas program, LPS akan melakukan survei pasca-acara melalui lembaga independen. Evaluasi ini telah berhasil dilakukan sebelumnya setelah penyelenggaraan festival di Yogyakarta, yang mencatat lebih dari 10.000 pengunjung. Untuk Lampung, jumlah peserta yang ditargetkan mencapai sekitar 8.500 orang. Acara juga akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari diskusi bisnis hingga pertunjukan komedi dan konser, sebagai pendekatan inklusif untuk menarik partisipasi masyarakat.

Di masa depan, LPS berencana memperluas cakupan edukasi ke aspek penjaminan polis asuransi, menunjukkan komitmen jangka panjang dalam memperkuat sistem keuangan nasional. Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), LPS berperan aktif dalam mendukung inklusi dan literasi keuangan, terutama bagi lebih dari 15 juta penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening bank. Festival ini menjadi wadah strategis untuk menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat umum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya