LPS Dorong Relasi Investor untuk Penyelesaian BPR/BPRS Bermasalah
LPS memperluas pendekatan penyelesaian BPR/BPRS bermasalah dengan menjajaki kerja sama investor, bukan hanya melalui likuidasi, sekaligus mempercepat penyelesaian aset dengan target 21 bulan rata-rata.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kini mengembangkan skema baru dalam menangani bank perekonomian rakyat (BPR) dan bank perekonomian rakyat syariah (BPRS) yang mengalami persoalan keuangan. Dengan mandat terbaru, institusi tersebut tidak lagi hanya berfokus pada likuidasi, tetapi juga membuka peluang bagi investor untuk mengakuisisi atau menggabungkan entitas yang bermasalah. Langkah ini diambil sebagai upaya meminimalkan dampak kerugian bagi nasabah dan menjaga stabilitas sistem keuangan daerah.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa banyak BPR/BPRS yang memiliki izin operasional dan modal dasar tetapi mengalami kendala tata kelola atau keterbatasan modal kerja. Dengan kondisi tersebut, pihaknya menawarkan aset-aset tersebut kepada sejumlah pihak yang berminat, termasuk investor baru, eksisting, hingga bank pembangunan daerah (BPD) yang memiliki kapasitas keuangan kuat. Penawaran ini juga mencakup BPR/BPRS yang dikelola pemerintah daerah, dengan pertimbangan bahwa BPD dapat menjadi mitra akuisisi yang lebih stabil.
Hingga semester pertama 2026, LPS telah menyelesaikan proses likuidasi terhadap tujuh BPR/BPRS, sementara 18 lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Rata-rata waktu penyelesaian likuidasi mencapai 21 bulan, menunjukkan proses yang cukup panjang. Dalam periode yang sama, delapan entitas BPR/BPRS telah diputuskan untuk dilikuidasi dengan total simpanan layak bayar mencapai Rp1,6 triliun, melibatkan 48.733 rekening nasabah.
Dari seluruh likuidasi tersebut, nilai simpanan yang masuk dalam cakupan penjaminan—maksimal Rp2 miliar per nasabah—berjumlah Rp412,20 miliar. Anggito menegaskan bahwa meski belum ada investor yang menunjukkan ketertarikan langsung, pendekatan baru ini tetap menjadi strategi utama untuk mengoptimalkan nilai aset dan mempercepat pemulihan sistem keuangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


