LPS Siapkan Aturan Penjaminan Polis Asuransi 2027
LPS menargetkan program penjaminan polis asuransi aktif pada pertengahan 2027, dengan persyaratan modal dan RBC ketat bagi perusahaan peserta.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.45 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tengah mempersiapkan payung hukum berupa Peraturan LPS (PLPS) untuk mewujudkan Program Penjaminan Polis (PPP) yang diharapkan mulai beroperasi pada pertengahan 2027. Target ini disesuaikan dengan tenggat waktu penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) dan hasil koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Kementerian Keuangan. Proses penyusunan aturan masih berlangsung, dengan fokus pada mekanisme pendaftaran keanggotaan bagi perusahaan asuransi.
Berbeda dengan sistem perbankan yang wajib menjadi anggota LPS, perusahaan asuransi akan diberlakukan persyaratan khusus sebelum bisa ikut dalam skema penjaminan. Salah satu kriteria utama yang sedang dirumuskan adalah kesehatan permodalan, termasuk tingkat kecukupan modal berbasis risiko (Risk-Based Capital/RBC). Persyaratan lain masih dalam tahap pembahasan, namun dipastikan akan mencerminkan kualitas keuangan dan stabilitas operasional perusahaan asuransi.
OJK menegaskan bahwa perusahaan asuransi yang belum memenuhi standar kesehatan, khususnya RBC minimal 120 persen, tidak akan otomatis masuk dalam program saat pelaksanaan dimulai. Skema penjaminan ini diperkirakan berlaku paling lambat pada 2028, sesuai ketentuan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Mekanisme program mencakup pembayaran iuran awal dan iuran berkala oleh peserta asuransi sebagai bagian dari keikutsertaan.
Nilai manfaat penjaminan yang diusulkan mencapai maksimal Rp500 juta per polis, yang dinilai telah memadai untuk menjangkau lebih dari 80 persen pemegang polis. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan penjaminan simpanan bank yang mencapai Rp2 miliar, tetapi disesuaikan dengan struktur dan risiko produk asuransi. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


