Luky dan Nurkholisoh Resmi Jabat Wamenkeu, Fokus Utama Penyelesaian APBN 2026
Dua wakil menteri keuangan baru, Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, dilantik Presiden Prabowo dan langsung bergerak ke Kemenkeu dengan fokus pada penyelesaian APBN 2026 dan reformasi birokrasi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik dua wakil menteri keuangan baru, Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10). Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026, yang menetapkan perubahan jabatan dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Dengan tambahan dua nama ini, jumlah wakil menteri keuangan kini mencapai tiga orang, termasuk Juda Agung yang sebelumnya menjabat.
Setelah dilantik, keduanya langsung menuju kantor Kementerian Keuangan, disambut antusias oleh ribuan pegawai. Luky Alfirman, yang kembali ke lingkungan Kemenkeu setelah masa istirahat kerja, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk. Ia menyebut kehadirannya kembali sebagai momen berat namun penuh semangat, mengingat tanggung jawab besar dalam menyelesaikan APBN 2026 yang tinggal menyisakan tiga bulan.
Dalam pernyataannya, Luky menegaskan tiga prioritas utama dalam waktu dekat: menuntaskan pelaksanaan APBN 2026, menyiapkan kerangka pelaksanaan APBN 2027, serta memperkuat konsolidasi internal untuk mendorong transformasi birokrasi. Ia menekankan bahwa peran wamenkeu adalah sebagai pendukung utama presiden dan menteri keuangan, sehingga tidak memiliki program mandiri, melainkan fokus pada sinergi dan efisiensi.
Nurkholisoh Ibnu Aman, yang sebelumnya berkarier di Bank Indonesia, mengaku sebagai sosok pembelajar sejati yang siap menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang jauh lebih besar—dengan jumlah pegawai mencapai sekitar 80 ribu orang. Ia menyampaikan harapan untuk memperkuat kinerja organisasi dan membangun hubungan dekat dengan para pegawai. Dengan latar belakang pengalaman di FKSSK, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Impor KRL Bekas dari Jepang Dibahas Lintas Kementerian
Pemerintah kini mempertimbangkan impor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan transportasi Jabodetabek, sambil menyusun rencana jangka panjang pemenuhan armada secara domestik.
4 Oktober 2026

IHSG Tertekan di Sesi I, Anjlok 0,83%
Indeks Harga Saham Gabungan turun 50,44 poin atau 0,83% ke level 6.020,70 pada penutupan sesi pertama hari ini, dipengaruhi tekanan jual dan koreksi sektor teknologi.
4 Oktober 2026

NIRO Lepas 7 Anak Usaha Properti Logistik Raup Rp1,3 Triliun
Emiten properti NIRO berhasil menyelesaikan divestasi 100% saham tujuh anak usaha sektor logistik senilai Rp1,3 triliun, meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.
4 Oktober 2026

VKTR Catat Laba Naik 25% di Semester I 2026
Emiten kendaraan listrik komersial VKTR mencatatkan laba bersih Rp10 miliar pada semester I 2026, tumbuh 25% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Desak Ketua KPU India Mundur Akibat Revisi Daftar Pemilih
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.19 WITA

Prabowo Perluas Lingkaran Penasihat dengan 26 Anggota Wantimpres
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.16 WITA

United Tractors Tunda Pembagian Dividen Interim ke November 2026
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Adhi Karya Lepas Saham Jalan Tol dan Air Bersih, Raup Rp1,9 T
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Bank Mandiri Perkuat Modal Inti Lewat Emisi Obligasi Tak Berakhir
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

Asing Lepas Rp204 Miliar, Ini Saham yang Dibeli dan Dijual
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

BEI Ungkap Konsentrasi Saham BIKE Capai 93,08%
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.15 WITA

AADI Selesaikan Penjualan Kestrel, Raup Rp14,5 Triliun
Minggu, 4 Oktober 2026, 12.14 WITA

