Mantan Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Korupsi Rp2,1 Triliun
Mantan Ketua DPR Filipina, Martin Romualdez, ditangkap atas dugaan korupsi melibatkan dana negara senilai Rp2,1 triliun dari proyek infrastruktur dan pengendalian banjir periode 2022–2025.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Filipina, Martin Romualdez, resmi ditangkap oleh otoritas kepolisian setelah surat perintah penangkapan diserahkan saat dirawat di rumah sakit di wilayah Metro Manila. Penangkapan dilakukan setelah pengadilan antikorupsi mengeluarkan perintah resmi, menyusul pengajuan dakwaan oleh Kantor Ombudsman. Romualdez, yang saat ini dalam kondisi kesehatan terganggu akibat gangguan kardiovaskular, akan dipindahkan ke fasilitas pemasyarakatan setelah dinilai cukup stabil secara medis.
Dakwaan yang diseret terhadap Romualdez menyebutkan keterlibatannya dalam kasus penjarahan dana negara dengan total nilai mencapai 7,44 miliar peso, setara sekitar Rp2,1 triliun. Dana tersebut diduga berasal dari kontraktor dan entitas yang memiliki kepentingan dalam proyek-proyek pemerintah, termasuk pengendalian banjir, pembangunan infrastruktur, dan program pembangunan nasional lainnya pada periode 2022 hingga 2025. Penyelidikan menunjukkan adanya praktik korupsi sistemik yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi.
Aksi penangkapan ini terjadi di tengah gelombang protes besar-besaran yang melanda Manila dan kota-kota utama lainnya di Filipina pada September tahun lalu. Masyarakat menuntut akuntabilitas atas kerusakan akibat bencana alam, terutama topan yang merusak, serta kecurigaan terhadap penyalahgunaan anggaran untuk proyek pencegahan bencana yang dinilai tidak efektif. Aksi demonstrasi menyoroti praktik korupsi yang meluas dalam pengelolaan anggaran publik oleh oknum pejabat.
Romualdez memiliki hubungan keluarga dekat dengan Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., keduanya merupakan sepupu. Kedua keluarga berasal dari lingkaran kekuasaan yang sama, dengan Imelda Marcos—mantan ibu negara—sebagai kakak dari Benjamin Romualdez, ayah Martin. Keterkaitan ini memperbesar ketegangan publik terhadap keterlibatan elit politik dalam kasus korupsi skala besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Sumbar
Tim gabungan lakukan sidak ke SPBU di Padang untuk pastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai aturan.
8 September 2026

Kasus Kim Soo-hyun dengan Kim Sae-ron Berakhir Tanpa Tuntutan
Penyelidikan terhadap Kim Soo-hyun terkait dugaan hubungan dengan Kim Sae-ron saat masih di bawah umur resmi berakhir tanpa tindak lanjut hukum.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


