MBG Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Kemandirian Nasional
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan membentuk preferensi masyarakat terhadap pangan dalam negeri sekaligus menopang produksi petani dan nelayan secara berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap sebagai instrumen strategis dalam membentuk pola konsumsi masyarakat yang lebih memilih pangan hasil produksi dalam negeri. Menurut Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, keberhasilan kemandirian pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada perubahan preferensi konsumen. Ia menekankan perlunya menciptakan ikatan emosional antara masyarakat dan pangan lokal agar konsumsi tidak lagi bergantung pada impor.
Dalam forum IdeaFest 2026, Dirgayuza menjelaskan bahwa MBG berperan ganda: sebagai penopang pasar jangka pendek bagi petani dan nelayan, serta alat pembentuk preferensi jangka panjang. Dengan mengintegrasikan pemasok lokal ke dalam rantai pasok MBG, program ini mendorong keterlibatan langsung kelompok tani, peternak, nelayan, dan UMKM dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa pilihan konsumen akhirnya menentukan jenis pangan yang dikembangkan, sehingga perlu dibangun kesadaran kolektif untuk memilih produk dalam negeri.
Pengaturan lebih lanjut tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, yang mewajibkan prioritas penggunaan produk lokal dan keterlibatan usaha mikro, kecil, koperasi, serta BUMDes dalam penyelenggaraan MBG. Data hingga Juli 2026 menunjukkan bahwa sekitar 148 ribu pemasok lokal telah terlibat, termasuk kelompok tani, peternak, koperasi desa, dan UMKM. Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya menghindari ketergantungan pada satu atau dua pemasok utama, serta meningkatkan daya tahan sistem pangan secara keseluruhan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar soal jumlah produksi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan produsen, kualitas gizi, dan keberlanjutan ekonomi sektor pertanian. Ia menyatakan bahwa negara yang maju harus mandiri dalam pangan, karena ketergantungan impor berisiko terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional. Dalam diskusi tersebut, kedua tokoh menekankan bahwa pangan adalah isu multidimensi yang melibatkan produksi, konsumsi, distribusi, dan kemandirian.
Pembentukan preferensi konsumsi yang berbasis pada pangan lokal, menurut mereka, harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas produksi dan penguatan ekosistem pemasok. Dengan demikian, peningkatan kapasitas dalam negeri tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga menciptakan permintaan yang stabil dan berkelanjutan terhadap hasil pertanian, perikanan, dan peternakan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


