Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

MBG Sementara Dihentikan di 6 Wilayah Jawa Barat

Program Makan Bergizi Gratis di enam wilayah Jawa Barat dihentikan sementara akibat pembelajaran jarak jauh menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
MBG Sementara Dihentikan di 6 Wilayah Jawa Barat
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di enam wilayah di Jawa Barat kini ditangguhkan sementara, menyusul kebijakan pembelajaran jarak jauh yang diberlakukan menyusul situasi darurat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan ini diambil karena pelaksanaan MBG secara langsung terintegrasi dengan aktivitas tatap muka di satuan pendidikan, sehingga tidak dapat dilaksanakan saat pembelajaran dilakukan secara daring.

Wilayah yang terdampak termasuk Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kota Depok, dan Kabupaten Purwakarta. Penyesuaian ini bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali sesuai perkembangan kondisi lapangan serta kebijakan pendidikan yang berlaku di masing-masing daerah. Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa penangguhan tidak mengurangi komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan program.

Pemantauan terus dilakukan secara intensif, terutama terhadap Kabupaten Sukabumi yang masih dalam status imbauan penggunaan masker. Koordinasi aktif dilakukan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna menentukan kapan MBG dapat kembali dioperasikan. Kebijakan ini berlandaskan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pembelajaran dalam situasi darurat.

Selain Jawa Barat, wilayah lain yang menerapkan pembelajaran jarak jauh akibat dampak erupsi mencakup Provinsi Lampung, Banten, dan DKI Jakarta. BGN menegaskan bahwa semua keputusan mengenai MBG tetap mempertimbangkan aspek keselamatan peserta didik, kesiapan sekolah, kondisi lapangan, serta kebutuhan penerima manfaat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya