Memburu Pemangsa: Film Horor yang Berani Angkat Kekerasan Anak
Film Memburu Pemangsa mengusung narasi horor crime action dengan fokus pada kasus penculikan dan kekerasan terhadap anak, berdasarkan riset mendalam dan kolaborasi dengan ahli.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Film terbaru berjudul Memburu Pemangsa hadir sebagai karya sinematik yang menyatukan genre horor, crime, dan action dalam menyampaikan isu kemanusiaan yang krusial: kekerasan terhadap anak. Cerita berpusat pada empat jurnalis perempuan yang melakukan investigasi mendalam terhadap kasus pembunuhan dan penculikan anak, hingga mengungkap jaringan kriminal yang melibatkan pelaku pedofilia bekerja sama dengan entitas supernatural. Proses pembuatan film ini tidak lepas dari pendekatan kritis dan etis, dengan melibatkan kriminolog, psikolog anak, serta lembaga perlindungan anak untuk memastikan akurasi narasi.
Sutradara Umay Shahab menegaskan bahwa tujuan utama film ini bukan sekadar memanfaatkan sensasi horor, melainkan membawa kesadaran publik terhadap realitas kejahatan yang marak terjadi di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pilihan genre horor dipilih karena memiliki daya tarik kuat di pasar domestik dan mampu menyampaikan pesan yang berat dengan cara yang efektif. “Pelaku kekerasan anak, dalam narasi ini, justru dianggap lebih menakutkan daripada iblis,” ujarnya, menekankan bahwa kekejaman manusia sering kali lebih mengerikan daripada imajinasi.
Pemilihan karakter jurnalis sebagai tokoh utama juga bermakna mendalam, mencerminkan peran media dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan menjadi alat perjuangan keadilan. Namun, tantangan muncul dari batasan etika jurnalistik yang ketat—seperti larangan mempublikasikan berita tanpa verifikasi atau izin redaksi—yang harus diakomodasi tanpa mengorbankan intensitas cerita. “Di era sekarang, tanpa viral, tidak ada keadilan,” kata Umay, menyoroti dinamika digital yang memengaruhi proses penyampaian isu.
Proses pengembangan film ini berdampak pada perubahan judul dari awalnya *Siksa Sampai Mati* menjadi *Memburu Pemangsa*. Perubahan tersebut dilakukan setelah tim menilai bahwa judul awal terlalu sensasional dan berpotensi menutupi misi positif yang ingin disampaikan. “Kami ingin pesan yang lebih besar—keadilan, kesadaran, dan perlawanan—tidak tertutup oleh judul yang terlalu menyeramkan,” ujar sutradara.
Setiap karakter dalam film memiliki peran spesifik: seorang ibu yang kehilangan anak dengan kemampuan intuisi tinggi, seorang petarung dengan latihan muay thai, seorang peneliti yang menyusun fakta dan teori, serta seorang jurnalis yang berani mengungkap kebenaran tanpa ragu. Keempat tokoh ini membentuk dinamika kolaboratif yang kuat dalam perburuan keadilan. Film ini akan tayang di bioskop mulai 24 September, menjadi representasi sinema Indonesia yang berani mengangkat isu sensitif dengan pendekatan kreatif dan bertanggung jawab.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Sumbar
Tim gabungan lakukan sidak ke SPBU di Padang untuk pastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai aturan.
8 September 2026

Kasus Kim Soo-hyun dengan Kim Sae-ron Berakhir Tanpa Tuntutan
Penyelidikan terhadap Kim Soo-hyun terkait dugaan hubungan dengan Kim Sae-ron saat masih di bawah umur resmi berakhir tanpa tindak lanjut hukum.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


