Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menlu Indonesia Ucapan Terima Kasih untuk Guterres di Puncak Jabatan

Menteri Luar Negeri Indonesia mengucapkan penghargaan tinggi kepada Sekjen PBB Antonio Guterres atas kepemimpinan, keberanian, dan komitmen terhadap dialog global selama masa jabatannya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
Menlu Indonesia Ucapan Terima Kasih untuk Guterres di Puncak Jabatan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, menyampaikan penghormatan tinggi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pertemuan terakhir sebelum masa jabatannya berakhir pada akhir Desember 2026. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, menjadi momen pelepasan resmi atas kontribusi Guterres dalam menjaga stabilitas dan harmoni internasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Tata, sapaan akrab Menlu, menekankan bahwa masa kepemimpinan Guterres menjadi masa paling menantang dalam sejarah PBB. Ia menyebut bahwa di tengah krisis-krisis yang berkepanjangan, Guterres tetap menjadi penyambung suara perdamaian dan pengingat bahwa dialog harus terus berlangsung, meski sering kali terabaikan oleh dunia. Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas keteguhan dan integritas yang ditunjukkan selama memimpin organisasi multilateral dunia.

Guterres, yang menjabat sejak 1 Januari 2017, telah dua kali terpilih secara aklamasi, termasuk periode kedua yang dimulai pada 1 Januari 2022. Meskipun tidak ada batasan formal atas masa jabatan Sekjen PBB, praktik umum mengarah pada masa jabatan maksimal 10 tahun. Dengan akhir masa jabatannya pada 31 Desember 2026, ia menutup era kepemimpinan yang dikenang karena tekad kuat dalam menangani krisis kemanusiaan, perubahan iklim, dan konflik bersenjata di berbagai belahan dunia.

Saat ini, enam kandidat telah masuk dalam proses seleksi calon Sekjen PBB pengganti, termasuk Rebecca Grynspan, Carolyn Rodrigues-Birkett, Rafael Grossi, Maria Fernanda Espinosa, Ivonne A-Baki, dan Olara Otunnu. Proses pemilihan akan menentukan arah kebijakan global dalam dekade mendatang, sementara Indonesia menyampaikan harapan agar pengganti Guterres mampu melanjutkan semangat inklusivitas dan keterbukaan yang menjadi ciri kepemimpinannya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya