Menteri Pendidikan India Mundur Akibat Kebocoran Ujian Nasional
Kebocoran soal ujian masuk kedokteran nasional memicu protes massal, mengakibatkan mundurnya menteri pendidikan dan puluhan korban jiwa.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, mengundurkan diri secara resmi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kebocoran soal Ujian Kelayakan dan Tes Masuk Nasional (NEET) yang terjadi pada bulan Mei 2026. Kejadian tersebut memicu gelombang protes nasional yang dipimpin oleh gerakan Cockroach Janta Party (CJP), yang menggugat ketidaktransparanan sistem pendidikan dan menuntut pertanggungjawaban pemerintah. Aksi demonstrasi berlangsung selama beberapa pekan, menyebar di berbagai kota besar dan menarik partisipasi lebih dari dua juta peserta ujian yang terdampak.
Puncak protes terjadi pada 26 Juli 2026, ketika CJP mengumumkan penyelesaian aksi unjuk rasa setelah mendapatkan komitmen dari pemerintah terkait pencabutan tuntutan hukum terhadap para peserta. Gerakan ini didukung oleh tokoh-tokoh sosial, termasuk aktivis lingkungan Sonam Wangchuk, yang melakukan mogok makan selama 26 hari sejak 28 Juni sebagai bentuk protes moral. Ia mengumumkan penghentian aksi tersebut setelah pemerintah menyatakan kesediaan untuk menyelesaikan persoalan secara damai dan memberikan kompensasi kepada keluarga korban.
Dalam pernyataannya, Pradhan menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab secara moral atas kegagalan sistem yang mengakibatkan pembatalan ujian nasional dan pelaksanaan ulangan pada bulan Juni. Ia menekankan bahwa siswa tidak seharusnya menjadi korban atas kelalaian segelintir oknum, serta menolak upaya politisasi isu ini oleh pihak-pihak anti-nasional. Sebanyak lebih dari 10 siswa dilaporkan gugur akibat tekanan psikologis yang ditimbulkan oleh kontroversi tersebut, menjadi pukulan berat bagi otoritas pendidikan.
Perdana Menteri Narendra Modi sebelumnya menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam kebocoran soal akan dihukum tegas, namun tetap berupaya menyelesaikan krisis melalui dialog dengan CJP. Komitmen pemerintah untuk tidak menindaklanjuti kasus hukum terhadap peserta protes, serta janji penyediaan kompensasi, menjadi kunci penyelesaian damai. CJP menanti konfirmasi tertulis dari pemerintah dalam waktu dekat untuk menjamin kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh pihak terdampak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026

Arab Saudi Kembali Buka Bandara Internasional Riyadh Setelah Serangan Drone
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali beroperasi untuk penerbangan domestik dan internasional, meski masih terus menghadapi ancaman serangan drone dan rudal dari milisi Houthi di Yaman.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Gubernur Sumut Larang Vape di Lingkungan ASN, Dukungan dari Anggota DPR
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Presiden Tinjau Progres Pendidikan Kepemimpinan di URI
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Dewa United Evaluasi Kekalahan dari Arema FC
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.21 WITA

