Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Milei Serukan Bela Kedaulatan Malvinas Tanpa Kompromi

Presiden Argentina Javier Milei menegaskan komitmen penuh atas kedaulatan Malvinas, menyatakan perjuangan itu sebagai prioritas nasional strategis yang tak tergoyahkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Milei Serukan Bela Kedaulatan Malvinas Tanpa Kompromi
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Presiden Argentina Javier Milei secara tegas menyatakan bahwa pemerintahannya akan membela kepentingan nasional terkait Kepulauan Falkland—yang disebut Malvinas oleh Argentina—dengan cara tanpa kompromi. Dalam pernyataan yang disebar lewat media sosial, Milei menegaskan bahwa isu kedaulatan merupakan salah satu topik paling sakral dalam konteks kepentingan bangsa, dan bahwa pihaknya tidak akan memedulikan reaksi dari pihak manapun. Ia mengumumkan rencana pidato nasional pada hari berikutnya, yang akan membahas isu strategis tersebut secara mendalam.

Pernyataan Milei muncul dalam konteks meningkatnya ketegangan diplomatik di tengah isu kepemilikan wilayah yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia menekankan bahwa kedaulatan Argentina atas wilayah tersebut masih terus dilanggar, dan pemerintah akan terus mengusung posisi ini tanpa menyerah. Di tengah pernyataan tegas tersebut, pihak Inggris menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Kepulauan Falkland, menekankan bahwa wilayah itu tetap menjadi bagian dari kerajaan Inggris dan tidak akan berubah.

Respons dari pihak Inggris tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga militer. Menteri Pertahanan Bayangan Inggris, James Cartlidge, menegaskan bahwa prajurit Inggris telah gugur demi mempertahankan kedaulatan, dan bahwa keinginan rakyat Falkland untuk tetap menjadi bagian dari Inggris akan selalu dihargai. Ia menekankan bahwa perjuangan itu bukan sekadar soal wilayah, melainkan kebebasan dan kehendak rakyat setempat.

Sengketa tersebut kembali mencuat setelah pertandingan sepak bola internasional antara Argentina dan Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2026. Setelah kemenangan Argentina dengan skor 2-1, sejumlah pemain memperagakan spanduk yang menyatakan “Las Malvinas son Argentinas”. Aksi tersebut memicu reaksi keras dari pejabat Inggris, yang menuntut FIFA mengambil tindakan disipliner. FIFA kemudian membuka proses resmi terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina karena menggunakan ajang olahraga untuk menyampaikan pesan politik, melanggar aturan kode disiplin.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya