Milei Serukan Bela Kedaulatan Malvinas Tanpa Kompromi
Presiden Argentina Javier Milei menegaskan komitmen penuh atas kedaulatan Malvinas, menyatakan perjuangan itu sebagai prioritas nasional strategis yang tak tergoyahkan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Presiden Argentina Javier Milei secara tegas menyatakan bahwa pemerintahannya akan membela kepentingan nasional terkait Kepulauan Falkland—yang disebut Malvinas oleh Argentina—dengan cara tanpa kompromi. Dalam pernyataan yang disebar lewat media sosial, Milei menegaskan bahwa isu kedaulatan merupakan salah satu topik paling sakral dalam konteks kepentingan bangsa, dan bahwa pihaknya tidak akan memedulikan reaksi dari pihak manapun. Ia mengumumkan rencana pidato nasional pada hari berikutnya, yang akan membahas isu strategis tersebut secara mendalam.
Pernyataan Milei muncul dalam konteks meningkatnya ketegangan diplomatik di tengah isu kepemilikan wilayah yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia menekankan bahwa kedaulatan Argentina atas wilayah tersebut masih terus dilanggar, dan pemerintah akan terus mengusung posisi ini tanpa menyerah. Di tengah pernyataan tegas tersebut, pihak Inggris menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Kepulauan Falkland, menekankan bahwa wilayah itu tetap menjadi bagian dari kerajaan Inggris dan tidak akan berubah.
Respons dari pihak Inggris tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga militer. Menteri Pertahanan Bayangan Inggris, James Cartlidge, menegaskan bahwa prajurit Inggris telah gugur demi mempertahankan kedaulatan, dan bahwa keinginan rakyat Falkland untuk tetap menjadi bagian dari Inggris akan selalu dihargai. Ia menekankan bahwa perjuangan itu bukan sekadar soal wilayah, melainkan kebebasan dan kehendak rakyat setempat.
Sengketa tersebut kembali mencuat setelah pertandingan sepak bola internasional antara Argentina dan Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2026. Setelah kemenangan Argentina dengan skor 2-1, sejumlah pemain memperagakan spanduk yang menyatakan “Las Malvinas son Argentinas”. Aksi tersebut memicu reaksi keras dari pejabat Inggris, yang menuntut FIFA mengambil tindakan disipliner. FIFA kemudian membuka proses resmi terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina karena menggunakan ajang olahraga untuk menyampaikan pesan politik, melanggar aturan kode disiplin.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
InJourney Airports menurunkan tarif jasa kebandarudaraan hingga 50% untuk mendukung mobilitas dan menekan harga tiket pesawat selama periode Natal 2026 hingga Tahun Baru 2027.
26 Oktober 2026

Mahasiswa Gulingkan Pemerintahan Vučić dalam Pemilu Sela
Gerakan mahasiswa Serbia menang telak dalam pemilu sela, mengakhiri dominasi 14 tahun Aleksandar Vučić yang diwarnai korupsi dan kelalaian.
26 Oktober 2026

Lula Kembali Jadi Presiden Brasil, Torehkan Sejarah Empat Periode
Luiz Inácio Lula da Silva menang dalam pemilu putaran kedua dengan 51,7 persen suara, menjadi presiden pertama Brasil yang menjabat empat kali, setelah sebelumnya memimpin pada periode 2003–2010 dan 2023–2026.
26 Oktober 2026

8 Komoditas Pangan Swasembada, Surplus 4,69 Juta Ton
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil mencapai swasembada di delapan komoditas pangan utama dengan produksi melampaui kebutuhan nasional sebesar 4,69 juta ton.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perkuat Pengawasan Pasar Modal Mulai November
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

