Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

MKNT Keluar dari Pemantauan Khusus, Langkah Transformasi Dimulai

Emiten Remitra Global International resmi keluar dari pemantauan khusus BEI setelah perbaikan ekuitas dan transformasi struktur kepemilikan serta bisnis sejak akhir 2025.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
MKNT Keluar dari Pemantauan Khusus, Langkah Transformasi Dimulai📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Remitra Global International Tbk (MKNT) secara resmi dikeluarkan dari status Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI), efektif mulai 26 Oktober 2026. Keputusan ini berdasarkan pencapaian kinerja keuangan yang menunjukkan perbaikan signifikan, terutama dalam posisi ekuitas yang berubah dari negatif Rp7,35 miliar pada akhir 2025 menjadi positif Rp5,65 miliar pada September 2026, sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan konsolidasi. Dengan kondisi ini, saham perseroan kini kembali diperdagangkan dengan mekanisme perdagangan reguler, bukan lagi full call auction yang sebelumnya berlaku.

Perubahan status ini menandai awal dari fase baru dalam pengelolaan perusahaan. Presiden Direktur Remitra Global International, Santoso Widjojo, menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti komitmen manajemen terhadap tata kelola perusahaan yang baik, transparansi informasi, serta kepatuhan terhadap regulasi. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi perusahaan yang telah berlangsung selama hampir dua tahun terakhir.

Transformasi yang dilakukan tidak hanya terbatas pada perbaikan keuangan, tetapi juga mencakup perubahan struktur kepemilikan dan bisnis. PT Headwell Bintang Energi Hijau resmi menjadi pengendali baru, dengan Handoyo Setiawan ditetapkan sebagai pemilik manfaat akhir. Sebelumnya, perseroan dikenal sebagai PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, namun kini telah meluncurkan portofolio baru dengan fokus pada manufaktur baja dan budidaya udang. Pengambilalihan PT Citra Baru Steel dan PT Radja Udang Malingping, yang selesai pada 29 Mei 2026, menjadi langkah strategis dalam diversifikasi bisnis.

Dalam struktur kepemimpinan, terjadi penyesuaian signifikan. Handoyo Setiawan menjabat sebagai Komisaris Utama, didampingi Erry Firmansyah sebagai Komisaris Independen dan Idrus Marham sebagai Komisaris. Di jajaran direksi, Santoso Widjojo kembali menjabat sebagai Direktur Utama, didukung oleh Jehuda Ebenhaezer Winata sebagai Direktur. Kedua pemimpin ini menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah memperkuat kinerja anak perusahaan, menuntaskan aksi korporasi, serta membuka peluang usaha baru yang berpotensi menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya