Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Nepal Dorong Kunjungan Wisatawan Pasca Banjir Bandang

Pemerintah Nepal menyerukan tetap berkunjung meski terdampak banjir bandang, dengan jaminan fasilitas pariwisata utama tetap beroperasi dan fokus pada pemulihan berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.36 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Nepal Dorong Kunjungan Wisatawan Pasca Banjir Bandang
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Nepal mengimbau para wisatawan mancanegara untuk tidak menunda atau membatalkan kunjungan ke negara tersebut, meskipun baru saja dilanda bencana banjir bandang akibat longsor gletser di perbatasan dengan Tiongkok. Menteri Pariwisata Khadakraj Paudel menegaskan bahwa sektor pariwisata tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional, dan kehadiran turis kini menjadi kunci dalam proses pemulihan pasca-bencana. Ia menekankan bahwa jalur trekking dan kawasan pegunungan tetap aman dan siap menerima kunjungan.

Bencana yang melanda wilayah sepanjang aliran sungai menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur permukiman dan fasilitas umum. Berdasarkan data terbaru, setidaknya 1.114 orang meninggal dunia dan hampir 4.000 lainnya masih hilang, termasuk 583 warga negara asing dari 38 negara. Kerugian ekonomi di sektor pariwisata diperkirakan mencapai 50 miliar rupee Nepal, setara sekitar Rp5,8 triliun. Kerusakan mencakup 142 hotel, 57 restoran, 141 kendaraan wisata, serta 27 situs warisan budaya, termasuk kawasan religius Devighat dan biara-biara masyarakat Tamang di Distrik Rasuwa.

Paudel menegaskan bahwa bandara, hotel utama, dan destinasi wisata strategis tetap beroperasi normal. Upaya pemulihan difokuskan pada pemulihan infrastruktur kritikal sambil menjaga keberlanjutan aktivitas pariwisata. Pemerintah menilai bahwa aktivitas wisata tetap vital, terlebih karena pada 2025 Nepal berhasil menarik lebih dari satu juta wisatawan asing yang berkunjung untuk mendaki gunung-gunung Himalaya, termasuk Gunung Everest.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah merancang konversi sejumlah wilayah terdampak menjadi kawasan warisan iklim. Rencananya, area tersebut akan dibangun sebagai museum, taman edukasi, dan monumen untuk mengingatkan generasi mendatang tentang dampak bencana alam dan perubahan iklim. Tujuan utamanya adalah transformasi bencana menjadi pelajaran global, sekaligus memperkuat ketahanan pariwisata Nepal di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya