Neraca Dagang RI Kembali Surplus US$120 Juta di Juli 2026
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$120 juta pada Juli 2026, didorong kenaikan ekspor nonmigas dan penurunan defisit migas dibanding bulan sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juli 2026 menunjukkan tren pemulihan dengan membukukan surplus sebesar US$120 juta, setelah dua bulan sebelumnya mencatat defisit masing-masing US$1,6 miliar pada Mei dan US$450 juta pada Juni. Peningkatan kinerja ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor menjadi pemicu utama terjadinya surplus ini, dengan nilai ekspor mencapai US$26,22 miliar dan impor sebesar US$26,09 miliar. Pergerakan ini menandai perbaikan signifikan dalam keseimbangan perdagangan nasional setelah dua bulan terus mengalami tekanan.
Kinerja ekspor nonmigas tumbuh 6,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai US$25,43 miliar, didorong oleh kenaikan pada sektor industri pengolahan yang mencapai US$21,76 miliar, naik 6,03 persen dari US$20,52 miliar pada Juli 2025. Sementara itu, sektor pertambangan dan lainnya mencatat pertumbuhan 14,85 persen, dengan nilai ekspor US$3,10 miliar. Di sisi lain, ekspor migas turun 14,58 persen menjadi US$790 juta, seiring dengan penurunan ekspor lemak dan minyak hewani/nabati yang menjadi komoditas utama dalam kelompok tersebut.
Pada sisi impor, total nilai mencapai US$26,09 miliar, naik 27,02 persen dari US$20,54 miliar pada Juli 2025. Peningkatan ini didominasi oleh impor migas yang melonjak 49,91 persen menjadi US$3,77 miliar, serta impor nonmigas yang naik 23,83 persen menjadi US$22,33 miliar. Komoditas bahan baku/penolong menyumbang sebagian besar, dengan nilai impor US$18,76 miliar, meningkat 32,33 persen, disusul impor barang modal sebesar US$5,10 miliar atau naik 17,38 persen dibanding tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menegaskan bahwa surplus pada Juli 2026 menjadi indikator positif terhadap ketahanan struktural ekonomi nasional, terutama dalam menangani tekanan dari kenaikan harga komoditas global dan dinamika permintaan global. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekspor nonmigas yang stabil menjadi penopang utama kinerja perdagangan, meski impor tetap tinggi, terutama pada bahan baku dan modal. Upaya diversifikasi ekspor dan pengelolaan impor secara efisien tetap menjadi fokus strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan perdagangan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026

Ubed Siap Laga Penentu di Final French Open 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melangkah ke final French Open 2026 setelah menaklukkan unggulan Prancis dalam pertandingan sengit tiga gim.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

