Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Netanyahu Yakin Rezim Iran Akan Hancur dalam Dekat

Perdana Menteri Israel menyatakan keyakinan tinggi bahwa rezim Teheran kini sedang mengalami kemunduran kritis dan berada di ambang kehancuran akibat tekanan militer dan politik internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Netanyahu Yakin Rezim Iran Akan Hancur dalam Dekat
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan keyakinan kuat bahwa pemerintahan ayatollah di Iran, yang kini dipimpin Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, sedang mengalami fase kelemahan terparah dalam sejarahnya. Dalam pidato terbuka kepada para pejabat militer, ia menekankan bahwa sistem pemerintahan Teheran kini berada dalam posisi kritis, bahkan sulit mempertahankan eksistensi internal. Ia menilai bahwa serangan terbaru yang dilakukan Amerika Serikat telah mempercepat proses deklinasi kekuatan Iran secara signifikan.

Netanyahu menegaskan bahwa misi penghentian ancaman dari Iran belum selesai, meskipun AS kini dianggap kehilangan arah dalam pendekatan diplomatiknya. Ia menyoroti bahwa Iran menolak berdialog secara serius, sehingga Washington akhirnya memilih kembali ke jalur tekanan keras. "Mereka tidak menyerang kita bukan karena takut, melainkan karena menyadari kekuatan persenjataan dan komitmen Israel yang tak tergoyahkan," ujarnya dalam pernyataan yang disiarkan secara langsung.

Dalam konteks ini, Israel menolak menyerah pada skenario gencatan senjata yang sempat terjalin pada April lalu, yang dihasilkan dari upaya perundingan antara AS dan Iran. Meski AS kembali memperketat tekanan melalui ancaman sanksi dan serangan militer, Iran tetap merespons dengan melancarkan serangan balasan terhadap sekutu-sekutu Amerika di kawasan Teluk, termasuk Kuwait, Qatar, Yordania, dan wilayah Kurdistan di Irak.

Namun, menurut Netanyahu, keberhasilan Israel dalam menghadapi ancaman dari Iran tidak tergantung pada izin Washington. Ia menegaskan bahwa Tel Aviv memiliki kemampuan dan niat untuk bertindak secara mandiri, bahkan jika Washington tidak memberikan lampu hijau. Tujuan utamanya tetap sama: menggulingkan rezim yang selama ini dianggap ancaman eksistensial bagi keamanan Israel. Ia yakin bahwa momen itu sudah tiba, dan bukan lagi soal apakah, melainkan kapan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya