Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Netanyahu Yakin Rezim Iran Akan Runtuh Akibat Tekanan Militer dan Ekonomi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keyakinan bahwa rezim Iran kini dalam kondisi lemah dan rentan tumbang akibat serangan berturut-turut dari AS serta tekanan ekonomi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 11.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Netanyahu Yakin Rezim Iran Akan Runtuh Akibat Tekanan Militer dan Ekonomi
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan keyakinan kuat bahwa rezim Republik Islam Iran sedang dalam masa kritis, dengan stabilitas internal yang terus menurun. Dalam pidato di hadapan para pejabat militer tinggi, ia menekankan bahwa negara yang dipimpin oleh para ulama tersebut kini berada dalam posisi yang lebih rapuh dibanding sebelumnya, terutama setelah serangan balik terhadap infrastruktur strategis yang dilancarkan oleh Amerika Serikat.

Netanyahu menegaskan bahwa ancaman Iran tidak lagi bersifat jangka panjang, melainkan dapat diatasi dalam waktu dekat. Ia menyatakan bahwa tugas utama bagi Israel adalah menghancurkan ancaman tersebut secara permanen, dan menilai bahwa langkah itu kini berada dalam jangkauan realistis. “Rezim ini sedang berjuang untuk bertahan. Kekuatan mereka menipis, dan momentum sedang menguntungkan kita,” ujarnya.

Serangan terhadap Iran, yang dimulai kembali pada akhir pekan ini, merupakan bagian dari strategi koordinasi antara Israel dan AS, meskipun sebelumnya ada intervensi tiba-tiba dari Presiden Amerika Serikat yang menghentikan aksi militer secara mendadak. Namun, kini tekanan ekonomi dan operasi militer telah kembali diperkuat, menimbulkan dampak signifikan terhadap kemampuan Iran untuk mempertahankan dominasi regional.

Iran merespons dengan menyerang sekutu AS di wilayah Teluk, termasuk Yordania dan wilayah otonom Kurdistan di Irak, namun secara strategis menghindari serangan langsung terhadap wilayah Israel. Langkah ini menunjukkan kalkulasi politik yang cermat, tetapi tidak mengurangi kekhawatiran Israel atas eskalasi lebih lanjut. Netanyahu tetap bersikeras bahwa tujuan akhir—penggulingan rezim Iran—adalah bukan imajinasi, melainkan tujuan strategis yang sedang mendekati realisasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya