Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Nusantara Rising Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Kadin Indonesia meluncurkan gerakan kolaboratif Nusantara Rising untuk mengoptimalkan budaya sebagai kekuatan lunak dan mesin ekonomi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Nusantara Rising Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi meluncurkan inisiatif strategis bernama Nusantara Rising: Indonesia’s Collective Soft Power Movement, sebagai langkah konkret memperkuat pengaruh budaya nasional di kancah internasional. Peluncuran dilakukan di Jakarta dan menjadi kelanjutan dari dokumen Indonesia Soft Power Paper yang dirancang bersama pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan. Gerakan ini menekankan pentingnya transformasi budaya dari warisan sejarah menjadi sumber daya ekonomi dan daya tarik global.

Wakil Ketua Umum Bidang Kebudayaan Kadin Indonesia, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, meliputi ribuan suku, ratusan bahasa daerah, serta tradisi musik, tari, kuliner, dan cerita rakyat. Namun, nilai tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, budaya harus dipandang sebagai aset strategis yang mampu menciptakan nilai ekonomi, inovasi, dan daya pengaruh internasional jika dikelola dengan pendekatan kreatif dan kolaboratif.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kadin mengusulkan pembentukan Komite Soft Power Indonesia sebagai wadah kolaborasi lintas sektor. Komite ini dirancang untuk menghubungkan pemerintah, dunia usaha, pelaku kreatif, akademisi, media, serta mitra teknologi dan pendanaan. Tujuan utamanya bukan menambah birokrasi, melainkan mempercepat sinergi dan orkestrasi kebijakan serta inisiatif yang terpisah. Dalam prosesnya, Kadin akan mengumpulkan masukan dari berbagai asosiasi di bidang budaya dan ekonomi kreatif untuk menyusun peta jalan komite secara menyeluruh.

Dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta potensi kemitraan dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Komunikasi dan Digital sedang dipelajari untuk memperkuat dimensi diplomasi dan ekosistem digital dalam pengembangan soft power. Di sisi lain, Shinta Kamdani, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan, menekankan perlunya pendekatan sirkular dalam pengembangan industri budaya—bukan lagi sektoral, tetapi saling mendukung. Ia mencontohkan keberhasilan Korea Selatan melalui Hallyu, Jepang dengan Cool Japan, dan China melalui kepercayaan budaya sebagai model yang dapat ditiru.

Dengan Nusantara Rising, Kadin menegaskan bahwa kunci keberhasilan bukan hanya pada pelestarian budaya, tetapi pada kemampuan mengubahnya menjadi produk global yang kompetitif. Melalui kolaborasi yang terstruktur, Indonesia berharap dapat menempatkan budayanya sebagai alat pengaruh yang seimbang dengan kekuatan ekonomi dan diplomasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya