Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Nyamuk Malaria Masuk Lewat Pesawat, Dua Karyawan Bandara Meninggal

Wabah malaria langka di Bandara Frankfurt menewaskan dua pekerja setelah nyamuk pembawa penyakit dibawa melalui penerbangan dari daerah endemis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Nyamuk Malaria Masuk Lewat Pesawat, Dua Karyawan Bandara Meninggal📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dua karyawan bandara utama Jerman meninggal dunia akibat infeksi malaria, menandai kejadian langka yang memicu kekhawatiran kesehatan publik di wilayah yang sebelumnya dianggap bebas penyakit tersebut. Kasus ini terdeteksi pada Juli 2026, setelah enam pekerja lainnya mengalami gejala serius akibat infeksi yang sama. Kementerian Kesehatan Jerman menyatakan bahwa transmisi penyakit terjadi melalui nyamuk yang dibawa masuk melalui penerbangan dari wilayah endemis malaria.

Menurut pernyataan resmi dari otoritas bandara, perangkap nyamuk telah dipasang di area strategis untuk menangkap serangga potensial. Sampel nyamuk yang tertangkap akan dianalisis di laboratorium untuk mengidentifikasi spesies dan asal-usulnya. Seluruh karyawan diberikan informasi menyeluruh mengenai gejala malaria, serta disarankan untuk segera memeriksakan diri jika mengalami demam, kelelahan, atau gejala lain yang mencurigakan.

Enam pekerja yang terinfeksi berasal dari berbagai divisi dan lokasi kerja di bandara, sebagian besar merupakan pria dewasa. Otoritas kesehatan sedang menganalisis sampel darah untuk menentukan apakah semua kasus disebabkan oleh satu nyamuk atau lebih dari satu vektor yang berbeda. Kematian dua korban terjadi pada Rabu pekan lalu, dan surat resmi telah dikirimkan ke media untuk memastikan transparansi informasi.

Pihak Robert Koch Institute, lembaga penelitian kesehatan nasional, menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum di Frankfurt sangat rendah, karena malaria tidak menular langsung dari manusia ke manusia. Penyakit ini hanya ditularkan melalui gigitan nyamuk betina jenis Anopheles. Keterlambatan diagnosis menjadi ancaman utama, terutama bagi mereka yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah endemis.

Kasus ini menjadi yang kedua kalinya terjadi di Bandara Frankfurt dalam tiga tahun terakhir, sejak kejadian serupa pada 2023. WHO menekankan bahwa malaria dapat dicegah dan disembuhkan, tetapi tanpa penanganan cepat, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi kritis. Peristiwa ini menyoroti pentingnya deteksi dini dan pengendalian vektor di fasilitas transportasi internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya