Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

OJK Perkirakan IHSG Tertekan ke Level 5.000 Sejak Februari 2026

OJK memprediksi penurunan IHSG hingga level 5.000-an sejak Februari 2026 akibat reformasi struktural dan tekanan eksternal seperti perubahan outlook dari lembaga internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
OJK Perkirakan IHSG Tertekan ke Level 5.000 Sejak Februari 2026📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi signifikan hingga mencapai angka 5.000-an sejak awal tahun 2026. Proyeksi ini diambil sebagai bagian dari evaluasi terhadap dampak jangka pendek dari agenda reformasi struktural yang tengah dijalankan di pasar modal, yang bertujuan memperkuat integritas dan transparansi sistem keuangan nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa perkiraan penurunan IHSG ke level tersebut telah menjadi bahasan internal sejak Februari 2026. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan hasil dari tekanan pasar saat ini, melainkan hasil perhitungan awal yang mempertimbangkan efek struktural dari perubahan kebijakan yang sedang berjalan.

Namun, tekanan terhadap pasar tidak hanya berasal dari reformasi internal. Faktor eksternal turut memperparah kondisi, termasuk perubahan outlook dari lembaga pemeringkat global seperti Moody’s dan Fitch. Perubahan tersebut berdampak pada sentimen investor dan memperkuat kecenderungan penurunan indeks secara bertahap sepanjang tahun.

Hasan menegaskan bahwa OJK menyadari risiko jangka pendek dari kebijakan yang diterapkan, tetapi tetap berkomitmen pada langkah-langkah perbaikan sistemik demi stabilitas jangka panjang pasar modal. Ia menekankan bahwa prediksi ini bukan merupakan anjuran atau kebijakan baru, melainkan bagian dari proses kajian yang dilakukan secara internal untuk mempersiapkan pasar menghadapi transisi struktural.

Dalam forum BIG Market Insight 2026 di Jakarta, Hasan menyampaikan bahwa meskipun angka 5.000-an telah dibahas dalam rapat internal sejak Februari, tidak mungkin untuk mengumumkannya secara publik pada saat itu karena sifatnya yang bersifat prediktif dan sensitif. Namun, keberadaan proyeksi ini menunjukkan kesiapan otoritas menghadapi volatilitas yang mungkin terjadi selama proses transformasi pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya