Omoda & Jaecoo Perluas Jaringan Dealer di Jakarta Selatan dan Bekasi
Perusahaan otomotif asal Tiongkok memperluas jaringan penjualan dengan membuka dua dealer baru di kawasan SCBD Jakarta Selatan dan Summarecon Bekasi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.31 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Omoda & Jaecoo Indonesia secara resmi membuka dua titik layanan baru di wilayah Jabodetabek, dengan lokasi pertama berada di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, dan yang kedua di Summarecon Mall Bekasi. Kedua fasilitas ini dibangun bersama mitra strategis, Andalan Motors, untuk memperkuat infrastruktur penjualan dan layanan purnajual di dua kawasan dengan potensi pasar tinggi. Pembukaan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperluas akses konsumen terhadap produk dan layanan berkualitas.
Dealer di SCBD Jakarta Selatan menempati lokasi strategis di Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52 Lot 7C, Senayan, dengan luas lahan 228 meter persegi dan bangunan mencapai 886,4 meter persegi. Fasilitas ini difokuskan pada layanan penjualan, menampilkan tiga model unggulan Jaecoo, yakni J5 EV, J7 SHS-P, serta J8 SHS-P ARDIS. Sementara itu, dealer di Bekasi mengusung konsep 3S—penjualan, servis, dan suku cadang—dengan kapasitas layanan harian lebih dari 20 kendaraan, dilengkapi dua bay servis dan tiga wall charger.
Luas area dealer di Bekasi mencapai sekitar 500 meter persegi, baik lahan maupun bangunan, dengan ruang pameran yang menampung hingga enam unit kendaraan. Fasilitas ini dirancang untuk menunjang kebutuhan konsumen secara komprehensif, mulai dari pengujian berkendara hingga perawatan rutin. Kehadiran dua titik layanan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi jaringan nasional yang tengah digalakkan perusahaan.
Jim Ma, Business Unit Director Omoda & Jaecoo Indonesia, menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya pada penjualan produk, tetapi juga pada kualitas layanan yang menyeluruh. “Kami ingin memastikan konsumen mendapatkan pengalaman yang mulus, dari awal hingga setelah pembelian,” ujarnya. Andalan Motors Jaya Kontesa menilai kedua lokasi ini memiliki potensi tinggi, baik dari segi aksesibilitas maupun daya beli masyarakat, yang diharapkan mendorong pertumbuhan pasar otomotif listrik di wilayah tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ancol Hentikan Penyelenggaraan Scream or Dance 2026
Ancol memutuskan tidak melanjutkan festival musik internasional Scream or Dance 2026 setelah evaluasi dan dialog dengan promotor, menekankan komitmen terhadap kenyamanan dan inklusivitas kawasan.
29 September 2026

Influenza Naik di September, Kemenkes Imbau Pencegahan pada Anak
Peningkatan kasus influenza mulai September 2026 dipicu pola musiman, dengan dominasi virus H1N1 PDM09, dan Kemenkes imbau pencegahan khusus pada anak.
29 September 2026

Kawah Ijen Dibuka Kembali Setelah Karhutla Terkendali
Taman Wisata Alam Kawah Ijen resmi dibuka kembali setelah ditutup sementara akibat kebakaran hutan dan lahan, dengan syarat pemesanan tiket secara daring dan kepatuhan terhadap protokol keselamatan.
29 September 2026

Kemenkes Imbau Tak Konsumsi Oseltamivir Sembarangan
Kemenkes memperingatkan masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi Oseltamivir tanpa resep dokter, menyusul lonjakan kasus influenza A dan kelangkaan obat di sejumlah daerah.
29 September 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian Tegaskan Kebutuhan Kepercayaan Sebelum Pertemuan dengan Trump
Selasa, 29 September 2026, 17.59 WITA

Netanyahu Siapkan Tuntutan Hukum atas Erdogan
Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA

Belanda Minta Penjelasan soal Cabut Status Diplomat Israel
Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA

Netanyahu Minta UEA Bantah Laporan Peringatan Serangan Hamas
Selasa, 29 September 2026, 17.52 WITA

Kebijakan Pemimpin Harus Berpihak pada Rakyat
Selasa, 29 September 2026, 17.52 WITA

Saham MNC Group Melonjak Pasca Penerapan Harga Minimum Rp1
Selasa, 29 September 2026, 17.51 WITA

Prabowo Dorong Rehabilitasi Narkoba Atasi Kekurangan Ruang Lapas
Selasa, 29 September 2026, 17.51 WITA

Pertumbuhan Ekonomi 2026 Diproyeksikan 5,4%, HSBC Soroti Ketahanan Domestik
Selasa, 29 September 2026, 17.50 WITA

