Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Operasi Tulang Panggul Minati Atmanegara Tuntaskan Cedera Lama dari Jatuh di Lokasi Syuting

Aktris senior Minati Atmanegara menjalani operasi tulang panggul kanan setelah cedera berulang selama delapan tahun akibat jatuh di lokasi syuting.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Operasi Tulang Panggul Minati Atmanegara Tuntaskan Cedera Lama dari Jatuh di Lokasi Syuting
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perempuan berusia 67 tahun ini mengungkapkan bahwa cedera yang menimpanya terjadi pada masa-masa syuting di sebuah proyek film, saat ia terpeleset dari tangga kecil yang tak terlihat karena warnanya sama dengan lantai. Ia menyebut kejadian itu terjadi sekitar tujuh hingga delapan tahun lalu, dan awalnya hanya dirasakan sebagai rasa pegal yang biasa. Namun, nyeri di area panggul kanan tak kunjung mereda dan semakin memburuk seiring waktu, mengganggu mobilitas sehari-hari.

Ia sempat menunda perawatan medis, lebih memilih menjalani fisioterapi dan tetap menjalani aktivitas rutin seperti syuting serta senam. Namun, seiring berjalannya waktu, postur berjalan mulai berubah, terlihat dari gaya jalan yang terasa diseret dan tidak alami. Baru pada awal tahun lalu, ia memutuskan berkonsultasi ke dokter ortopedi, yang kemudian mendiagnosis kondisi tulangnya telah mencapai tahap grade 4, di mana tulang telah mengalami pertumbuhan abnormal dan menempel penuh pada sendi.

Operasi dilakukan pada bulan November, dengan metode pengobatan berbasis stem cell yang melibatkan pengeboran tulang hingga ke panggul untuk memasukkan sel punca. Menurut Minati, prosedur tersebut berlangsung kurang dari satu jam dan tidak menimbulkan rasa sakit selama dilakukan karena pengaruh anestesi. Setelah bius berakhir, nyeri muncul dan tetap dirasakan hingga kini, meski tidak parah, sebagai bagian dari proses pemulihan.

Hasil pemeriksaan rontgen terbaru menunjukkan tulang telah menjadi lebih padat dan sendi mulai terlepas dari bonggol yang sebelumnya menempel. Ia kini menjalani terapi fisik di dalam air sebagai bagian dari rehabilitasi, guna membantu memulihkan fungsi sendi dan memperbaiki mobilitas. Tujuan utamanya adalah mengembalikan keseimbangan gerak dan kualitas hidup yang lebih baik setelah bertahun-tahun menghadapi dampak cedera yang tertunda penanganannya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya