Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Orangutan Induk dan Anak Selamat dari Kebakaran Lahan di Sampit

Seekor induk orangutan dan anaknya yang terjebak di tengah lahan terbakar di Sampit berhasil dievakuasi dan kini diberi nama Raya serta Rayu oleh tim konservasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Orangutan Induk dan Anak Selamat dari Kebakaran Lahan di Sampit
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seekor induk orangutan berusia 20 tahun bersama anaknya yang masih berusia satu tahun berhasil diselamatkan dari area kebakaran lahan di Sampit, Kalimantan Tenggara. Keduanya ditemukan terjebak di atas pohon yang dikelilingi area yang telah terbakar habis, dengan kondisi terancam kekurangan oksigen dan bahaya api yang terus menjalar. Kondisi darurat ini memicu respons cepat dari tim konservasi yang terdiri dari Orangutan Foundation International (OFI) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.

Operasi penyelamatan dilakukan secara hati-hati dan terkoordinasi dengan mempertimbangkan kondisi fisik kedua primata yang terpapar asap dan panas. Tim menggunakan alat pendakian dan peralatan keselamatan khusus untuk menjangkau pohon tempat keduanya berlindung. Setelah berhasil diturunkan, kedua individu langsung diberi perawatan medis ringan dan dipindahkan ke lokasi aman untuk pemulihan.

Setelah proses evaluasi kesehatan, keduanya diberi nama Raya untuk sang induk dan Rayu untuk anaknya, sebagai bentuk pengakuan atas perjuangan mereka bertahan hidup di tengah bencana alam. Nama-nama ini juga menandai langkah awal dalam proses rehabilitasi yang akan dilakukan guna mempersiapkan mereka untuk kembali ke habitat alami, jika kondisinya memungkinkan.

Proyek ini menegaskan pentingnya kesiapan respons cepat dalam penanganan krisis satwa liar akibat kebakaran lahan. Kegiatan evakuasi seperti ini tidak hanya menyelamatkan individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya konservasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan spesies langka di wilayah tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya