PARSOL® Shield Resmi Diperbolehkan di AS Setelah Raih Izin FDA
Bemotrizinol (BEMT) resmi diizinkan sebagai bahan aktif tabir surya di Amerika Serikat setelah lolos uji GRASE dan MUsT, membuka era perlindungan UV generasi baru.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan izin penggunaan resmi untuk PARSOL® Shield, bahan aktif baru berupa bemotrizinol (BEMT), dalam produk tabir surya di pasar AS. Keputusan ini menandai pencapaian penting karena menjadi inovasi tabir surya pertama yang disetujui dalam lebih dari dua dasawarsa, setelah melalui proses evaluasi ketat berdasarkan standar GRASE (Generally Recognized as Safe and Effective) dan uji penggunaan maksimal (MUsT) terbaru. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen jangka panjang perusahaan dalam pengembangan solusi perlindungan kulit yang berbasis sains dan regulasi modern.
Uji klinis yang melibatkan hampir 500 peserta dari berbagai latar belakang etnis di AS menunjukkan bahwa PARSOL® Shield menawarkan perlindungan UV yang sangat efektif, toleransi tinggi terhadap kulit, serta profil keamanan yang sangat baik. Bahan ini mampu menjawab berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari pencegahan kanker kulit hingga perlindungan terhadap kerusakan akibat paparan sinar matahari jangka panjang, termasuk penuaan dini akibat fotoaging. Keunggulan lainnya terletak pada kemampuannya bekerja efisien pada konsentrasi rendah, yang mendukung formulasi produk dengan tekstur ringan dan fleksibilitas tinggi.
Dalam pernyataan resmi, para pemimpin dsm-firmenich menekankan bahwa izin ini merupakan hasil dari kolaborasi intensif dengan regulator, serta investasi berkelanjutan dalam riset dan pengembangan. Menurut Dr. Jochen Klock, Direktur Global Regulatory Affairs, kehadiran PARSOL® Shield membantu menutup kesenjangan inovasi yang telah lama terjadi di pasar tabir surya AS, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan UV mutakhir. Dengan sifat fotostabil dan kemampuan menyederhanakan formulasi, bahan ini juga mempercepat waktu peluncuran produk ke pasar secara global.
Selain itu, PARSOL® Shield telah mendapatkan izin di berbagai wilayah dunia, yang memungkinkan merek melakukan strategi produk yang lebih terpadu dan berkelanjutan. Keberhasilan ini didukung oleh keunggulan dalam perlindungan spektrum luas dan dampak lingkungan yang rendah, sejalan dengan tren keberlanjutan di industri kecantikan. Menurut Ashley Lebbe, Wakil Presiden Penjualan Global, pelanggan telah lama menantikan inovasi seperti ini, dan PARSOL® Shield kini menjadi kunci untuk menghadirkan solusi tabir surya yang siap menghadapi kebutuhan konsumen masa depan.
Izin FDA ini semakin memperkuat komitmen dsm-firmenich dalam mendukung kesehatan kulit masyarakat melalui kolaborasi dengan lembaga seperti Skin Cancer Foundation dan inisiatif Destination Healthy Skin. Dengan pendekatan berbasis sains, keberlanjutan, dan regulasi ketat, perusahaan berharap dapat menjadi pemimpin dalam inovasi perlindungan kulit global, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembang produk di seluruh dunia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


