PBB Catat Pengurangan Air untuk 1 Juta Warga Gaza Dua Hari Berturut-Turut
PBB mengonfirmasi pengurangan pasokan air untuk sekitar satu juta warga Gaza selama dua hari, menyusul aksi militer Israel yang memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.40 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PBB mengonfirmasi bahwa sekitar satu juta warga Gaza mengalami pemutusan pasokan air selama dua hari berturut-turut, akibat kebijakan Israel yang membatasi distribusi air melalui jaringan yang dikelola oleh otoritas pendudukan. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyatakan bahwa krisis air ini terjadi di tengah intensifikasi operasi militer yang telah berlangsung sejak Oktober 2023, memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Dukungan dari truk bantuan yang mendistribusikan air secara manual terbukti tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama di tengah keterbatasan logistik dan akses yang semakin terjaga ketat oleh pasukan Israel. Dujarric menegaskan bahwa distribusi air melalui kendaraan hanya mampu menutupi sebagian dari kekurangan, tanpa mengurangi tekanan terhadap populasi yang sudah sangat rentan.
Di wilayah Tepi Barat, krisis juga meluas. PBB melaporkan pengusiran paksa terhadap seluruh komunitas Khirbet di Tabban, salah satu dari 13 kamp penggembala di Masafer Yatta, Hebron, yang berada dalam zona yang ditetapkan sebagai "zona tembak" untuk latihan militer Israel. Sejak dua tahun terakhir, belasan pos pemukim telah didirikan di wilayah tersebut, menambah beban atas kehidupan warga lokal.
Operasi militer yang intensif di Tepi Barat, termasuk pembangunan jalan khusus dan penjagaan ketat terhadap pergerakan warga Palestina, telah memperparah ketegangan. Aksi tersebut berlangsung seiring dengan agresi yang menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina tewas di Gaza—sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak—dan lebih dari 174.000 lainnya terluka.
PBB menyerukan segera menghentikan semua tindakan yang mengancam kehidupan sipil dan menekankan pentingnya akses manusiawi yang tak terganggu. Kekerasan berkelanjutan dan pembatasan dasar seperti air, yang merupakan hak dasar, justru memperparah krisis kemanusiaan yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

