Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PBB Catat Pengurangan Air untuk 1 Juta Warga Gaza Dua Hari Berturut-Turut

PBB mengonfirmasi pengurangan pasokan air untuk sekitar satu juta warga Gaza selama dua hari, menyusul aksi militer Israel yang memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
PBB Catat Pengurangan Air untuk 1 Juta Warga Gaza Dua Hari Berturut-Turut
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PBB mengonfirmasi bahwa sekitar satu juta warga Gaza mengalami pemutusan pasokan air selama dua hari berturut-turut, akibat kebijakan Israel yang membatasi distribusi air melalui jaringan yang dikelola oleh otoritas pendudukan. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyatakan bahwa krisis air ini terjadi di tengah intensifikasi operasi militer yang telah berlangsung sejak Oktober 2023, memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Dukungan dari truk bantuan yang mendistribusikan air secara manual terbukti tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama di tengah keterbatasan logistik dan akses yang semakin terjaga ketat oleh pasukan Israel. Dujarric menegaskan bahwa distribusi air melalui kendaraan hanya mampu menutupi sebagian dari kekurangan, tanpa mengurangi tekanan terhadap populasi yang sudah sangat rentan.

Di wilayah Tepi Barat, krisis juga meluas. PBB melaporkan pengusiran paksa terhadap seluruh komunitas Khirbet di Tabban, salah satu dari 13 kamp penggembala di Masafer Yatta, Hebron, yang berada dalam zona yang ditetapkan sebagai "zona tembak" untuk latihan militer Israel. Sejak dua tahun terakhir, belasan pos pemukim telah didirikan di wilayah tersebut, menambah beban atas kehidupan warga lokal.

Operasi militer yang intensif di Tepi Barat, termasuk pembangunan jalan khusus dan penjagaan ketat terhadap pergerakan warga Palestina, telah memperparah ketegangan. Aksi tersebut berlangsung seiring dengan agresi yang menyebabkan lebih dari 73.000 warga Palestina tewas di Gaza—sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak—dan lebih dari 174.000 lainnya terluka.

PBB menyerukan segera menghentikan semua tindakan yang mengancam kehidupan sipil dan menekankan pentingnya akses manusiawi yang tak terganggu. Kekerasan berkelanjutan dan pembatasan dasar seperti air, yang merupakan hak dasar, justru memperparah krisis kemanusiaan yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya