PDIP Tanggapi Elektabilitas Tertinggal dari Gerindra
PDIP menanggapi hasil survei yang menempatkan Gerindra unggul jauh di posisi teratas, dengan tetap menekankan konsistensi perjuangan dan kehadiran di masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menanggapi hasil survei elektabilitas partai yang dirilis lembaga Poltracking dengan sikap tenang. Ia menyatakan bahwa selisih elektabilitas antara PDIP dan Gerindra bukan hal yang mengejutkan, melainkan bagian dari dinamika politik yang tak terhindarkan. Menurutnya, yang lebih penting bagi partainya adalah terus menjaga kehadiran dan keterhubungan dengan rakyat.
Said menegaskan bahwa perubahan dalam hasil survei merupakan hal biasa, terlebih dalam konteks pemilu yang terus bergerak. Ia menyebut bahwa sebelumnya selisih elektabilitas antara kedua partai mencapai sekitar 5 persen, namun kini berubah drastis menjadi 11,6 persen untuk PDIP dan 23,2 persen untuk Gerindra. Ia menyebutkan pula bahwa tren ini bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung pada perubahan persepsi publik.
Survei yang melibatkan 1.220 responden dari 38 provinsi tersebut dilakukan dalam rentang waktu 14 hingga 20 September. Selain Gerindra dan PDIP, posisi tiga besar ditempati Golkar (10,4 persen), PKB (6,2 persen), dan Partai Demokrat (6,1 persen). Sementara itu, PAN, PKS, PSI, dan PPP berada di bawah 4 persen, menunjukkan distribusi elektabilitas yang relatif terfragmentasi.
Di sisi lain, Juru Bicara DPP Gerindra, Sugiat Santoso, menyatakan sikap rendah hati meski unggul dalam survei. Ia menekankan bahwa elektabilitas partai tidak bersifat statis dan selalu dipengaruhi oleh dinamika sosial dan politik. Gerindra, menurutnya, tetap fokus pada menjaga kepercayaan publik melalui kerja nyata, bukan hanya angka-angka dalam survei.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Paus Sperma Betina Terdampar di Ternate Ditangani Tim KKP
Paus sperma betina berukuran 9,8 meter yang terdampar di Pantai Afe-Taduma, Ternate, ditangani KKP bersama pemda dan masyarakat, lalu dikuburkan sesuai prosedur.
25 September 2026

PDIP Usulkan Ambang Batas 6 Persen dan Pemilu Terpisah
PDIP mengusulkan kenaikan ambang batas parlemen menjadi 6 persen dan pemisahan Pileg dengan Pilpres untuk meningkatkan efektivitas sistem demokrasi dan kembali menekankan peran legislatif.
25 September 2026
Menko Yusril Buka Akses Media Pantau Fasilitas Lapas Cibinong
Menteri Koordinator Hukum dan HAM mempersilakan media memverifikasi langsung klaim fasilitas mewah di Lapas Cibinong pasca-sidak Ombudsman.
25 September 2026

Pengembangan Produksi Rokok Elektrik Dalam Negeri Dipercepat
Perusahaan berencana alih teknologi dan tingkatkan produksi perangkat rokok elektrik di dalam negeri demi kurangi ketergantungan impor dan tingkatkan kapasitas lokal.
25 September 2026
Berita Lainnya

Macklemore Gelar Tur Mandiri Dukung Palestina Pasca Didepak dari Tur Ed Sheeran
Jumat, 25 September 2026, 09.29 WITA

Pakistan Tugaskan Jenderal Pensiunan Jadi Sekjen Pertama Pakta Mekkah
Jumat, 25 September 2026, 09.12 WITA

Presiden Suriah Goda Trump dengan New Jersey dalam Pembicaraan Golan
Jumat, 25 September 2026, 09.12 WITA

Jepang Kuatkan Rantai Pasok Pertanian dengan Teknologi dan Koperasi
Jumat, 25 September 2026, 09.09 WITA

Pameran Sejarah Tibet 1987–1989 Tampilkan Kekerasan dan Perlawanan Rakyat
Jumat, 25 September 2026, 09.08 WITA

Gugatan Ijazah Gibran Di MK: Soal Konstitusi, Bukan Hanya Persyaratan Pendidikan
Jumat, 25 September 2026, 09.06 WITA

11 Kapolda Lulusan Akpol 1994 Sama Angkatan dengan Wakapolda Metro Jaya
Jumat, 25 September 2026, 09.06 WITA

BaraJP Minta MK Tolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Jumat, 25 September 2026, 09.06 WITA

