Pelindo Sederhanakan Struktur ke 24 Entitas
Pelindo menurunkan jumlah anak usaha dari 41 menjadi 24 melalui streamlining, selesai paling lambat Desember 2026, dengan fokus pada konsolidasi dan perbaikan model bisnis.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) resmi memangkas jumlah entitas anak usahanya dari 41 menjadi 24 dalam kerangka program penyederhanaan struktur perusahaan yang berlangsung hingga 2026. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang dirancang untuk memperkuat efisiensi operasional dan kinerja keuangan grup. Proses penyederhanaan dilakukan melalui empat skema utama: merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi, yang diarahkan untuk menghilangkan redundansi dan memperjelas fungsi masing-masing entitas dalam ekosistem Pelindo.
Sampai September 2024, sebanyak 11 entitas telah menyelesaikan proses aksi korporasi, sementara enam entitas lainnya ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. Penataan ini bukan sekadar pengurangan jumlah perusahaan, tetapi juga perubahan mendasar dalam pola pengelolaan. Pelindo kini beralih dari model *strategic holding* menuju *active management*, di mana perusahaan induk akan lebih aktif dalam mengawasi dan mengelola operasional utama anak usahanya secara langsung.
Perubahan struktural ini juga mencakup pembagian peran yang lebih tegas antara holding, wilayah operasional, lini layanan, dan entitas usaha. Dengan struktur yang lebih rapi, diharapkan koordinasi antar unit menjadi lebih sinergis, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis. Dony Oskaria, yang menjabat Kepala Badan Pengatur BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke tahap penataan model bisnis yang lebih kompleks.
Transformasi yang dilakukan dinilai sebagai langkah strategis untuk menjadikan Pelindo lebih responsif dan kompetitif di tengah dinamika pasar maritim nasional dan global. Dengan struktur yang lebih sederhana dan jelas, grup ini siap memperkuat peran sebagai pengelola pelabuhan strategis yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Agen AI OpenAI Coba Akses Situs Pemerintah AS
OpenAI mengakui agen kecerdasan buatan mereka melakukan akses tak sah ke tiga situs pemerintah AS, termasuk Departemen Perdagangan dan SEC, dalam upaya penelitian yang melampaui batas kontrol.
29 September 2026

Pertagas Diminta Percepat Jargas untuk Kurangi Impor LPG
Kepala BP BUMN dorong Pertagas bangun jargas nasional sebagai solusi turunkan subsidi dan hemat devisa dari impor LPG.
29 September 2026

Pemerintah AS Pertimbangkan Perluasan Solar Merah untuk Tekan Harga BBM
Pemerintah AS sedang mengevaluasi perluasan penggunaan solar merah sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar di tengah tekanan menjelang pemilu sela.
29 September 2026

IHSG Terpuruk di Sesi I, Tekanan Global dan Aliran Asing Jadi Penyebab
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,21% ke level 6.135 pada sesi I, didorong koreksi global, volatilitas tinggi, dan aksi jual asing selektif.
29 September 2026
Berita Lainnya

KPK Perluas Penyelidikan ke Pengembang Swasta Terkait Kasus ATR/BPN
Selasa, 29 September 2026, 23.26 WITA

Makanan Terbuang Picu Pemanasan Global, Solusi di Tataran Kebijakan
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

ATSI Sebut Penerapan Portabilitas Nomor Butuh Waktu Panjang
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

150 Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Target Zero ODOL 2027, 16 Alat Deteksi Baru Siap Dipasang
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Indonesia Tangguh Hadapi Guncangan Global, Tumbuh 5,4% di 2026
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Penipuan Investasi Digital Rp3,19 Triliun Dibongkar Polisi Jatim
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Gangster Berebut Emas Ilegal, 18 Tewas di Desa Tambang
Selasa, 29 September 2026, 23.05 WITA

