Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Terancam Sentuh Rp18.200 Jika Tiga Tekanan Global Berlanjut

Ekonom memperingatkan rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.200 per dolar AS jika tekanan global terus berlanjut, didorong harga minyak, imbal hasil obligasi AS, dan arus modal keluar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.04 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Rupiah Terancam Sentuh Rp18.200 Jika Tiga Tekanan Global Berlanjut📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi mata uang rupiah diperkirakan menghadapi tekanan lebih dalam dalam beberapa pekan ke depan, dengan potensi menyentuh level psikologis Rp18.200 per dolar Amerika Serikat. Perkiraan ini muncul mengingat ketiga faktor kunci—harga minyak global di atas US$100 per barel, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tetap di atas 5%, serta arus modal asing yang bergerak keluar—masih berlanjut secara bersamaan.

Menurut analis ekonomi, keberlanjutan tekanan dari tiga aspek tersebut dapat mempercepat pelemahan rupiah. Dengan selisih hanya sekitar 1,1% dari level saat ini, angka Rp18.200 dianggap bukan lagi angka jauh, melainkan skenario risiko yang perlu dipersiapkan secara serius oleh otoritas moneter dan pelaku pasar.

Dalam konteks pasar, rupiah terakhir menutup perdagangan pada posisi Rp17.960 per dolar AS, mengalami kenaikan tipis 0,03% setelah sehari sebelumnya melemah 0,48% ke level Rp17.965. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang masih tinggi, meski ada sedikit penguatan harian.

Kendati demikian, para pakar menekankan bahwa tidak ada jaminan rupiah akan menembus angka tersebut, tetapi kemungkinannya terbuka lebar jika ketiga faktor tekanan tidak segera mereda. Kebijakan moneter dan kebijakan makroekonomi yang responsif dinilai krusial untuk menahan tekanan lebih lanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya