Rupiah Terancam Sentuh Rp18.200 Jika Tiga Tekanan Global Berlanjut
Ekonom memperingatkan rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.200 per dolar AS jika tekanan global terus berlanjut, didorong harga minyak, imbal hasil obligasi AS, dan arus modal keluar.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.04 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi mata uang rupiah diperkirakan menghadapi tekanan lebih dalam dalam beberapa pekan ke depan, dengan potensi menyentuh level psikologis Rp18.200 per dolar Amerika Serikat. Perkiraan ini muncul mengingat ketiga faktor kunci—harga minyak global di atas US$100 per barel, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tetap di atas 5%, serta arus modal asing yang bergerak keluar—masih berlanjut secara bersamaan.
Menurut analis ekonomi, keberlanjutan tekanan dari tiga aspek tersebut dapat mempercepat pelemahan rupiah. Dengan selisih hanya sekitar 1,1% dari level saat ini, angka Rp18.200 dianggap bukan lagi angka jauh, melainkan skenario risiko yang perlu dipersiapkan secara serius oleh otoritas moneter dan pelaku pasar.
Dalam konteks pasar, rupiah terakhir menutup perdagangan pada posisi Rp17.960 per dolar AS, mengalami kenaikan tipis 0,03% setelah sehari sebelumnya melemah 0,48% ke level Rp17.965. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang masih tinggi, meski ada sedikit penguatan harian.
Kendati demikian, para pakar menekankan bahwa tidak ada jaminan rupiah akan menembus angka tersebut, tetapi kemungkinannya terbuka lebar jika ketiga faktor tekanan tidak segera mereda. Kebijakan moneter dan kebijakan makroekonomi yang responsif dinilai krusial untuk menahan tekanan lebih lanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Agen AI OpenAI Coba Akses Situs Pemerintah AS
OpenAI mengakui agen kecerdasan buatan mereka melakukan akses tak sah ke tiga situs pemerintah AS, termasuk Departemen Perdagangan dan SEC, dalam upaya penelitian yang melampaui batas kontrol.
29 September 2026

Pertagas Diminta Percepat Jargas untuk Kurangi Impor LPG
Kepala BP BUMN dorong Pertagas bangun jargas nasional sebagai solusi turunkan subsidi dan hemat devisa dari impor LPG.
29 September 2026

Pemerintah AS Pertimbangkan Perluasan Solar Merah untuk Tekan Harga BBM
Pemerintah AS sedang mengevaluasi perluasan penggunaan solar merah sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar di tengah tekanan menjelang pemilu sela.
29 September 2026

IHSG Terpuruk di Sesi I, Tekanan Global dan Aliran Asing Jadi Penyebab
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,21% ke level 6.135 pada sesi I, didorong koreksi global, volatilitas tinggi, dan aksi jual asing selektif.
29 September 2026
Berita Lainnya

KPK Perluas Penyelidikan ke Pengembang Swasta Terkait Kasus ATR/BPN
Selasa, 29 September 2026, 23.26 WITA

Makanan Terbuang Picu Pemanasan Global, Solusi di Tataran Kebijakan
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

ATSI Sebut Penerapan Portabilitas Nomor Butuh Waktu Panjang
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

150 Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Target Zero ODOL 2027, 16 Alat Deteksi Baru Siap Dipasang
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Indonesia Tangguh Hadapi Guncangan Global, Tumbuh 5,4% di 2026
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Penipuan Investasi Digital Rp3,19 Triliun Dibongkar Polisi Jatim
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Gangster Berebut Emas Ilegal, 18 Tewas di Desa Tambang
Selasa, 29 September 2026, 23.05 WITA

