Pemerintah Capai Rp258,54 T dari Enam Jenis Surat Utang Global
Hingga 30 Agustus 2026, pemerintah telah meraup dana global senilai Rp258,54 triliun melalui enam instrumen surat utang internasional berbasis sustainability.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Republik Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar Rp258,54 triliun melalui penerbitan enam jenis surat utang global hingga 30 Agustus 2026. Instrumen tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan pembiayaan negara yang mengedepankan aspek keberlanjutan dan pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada sektor hijau, sosial, dan lingkungan laut. Penerbitan ini dilakukan di pasar internasional dengan denominasi mata uang asing, menunjukkan kredibilitas dan daya tarik pasar global terhadap obligasi pemerintah Indonesia.
Dari total tersebut, Green Sukuk Global menjadi instrumen terbesar dengan realisasi penerbitan sebesar USD7,7 miliar atau setara Rp135,75 triliun, berlaku sejak 2018 hingga 2026. Diikuti oleh SDG Bond Global yang mencapai EUR2,45 miliar (sekitar Rp50,34 triliun) sejak 2021, serta Samurai Blue Bond di Jepang yang menyerap JPY55,90 miliar (Rp6,32 triliun) dari 2023 hingga 2026. Sementara itu, Kangaroo Bond di Australia menghasilkan AUD600 juta (Rp7,61 triliun) pada 2025, Dim Sum Bond di Hong Kong mencapai CNH15,25 miliar (Rp40,14 triliun) dari 2025 hingga 2026, dan Panda Bond di Tiongkok yang terbit pada 2026 mengumpulkan CNY7 miliar (Rp18,38 triliun).
Selain penerbitan global, pemerintah juga mencatat realisasi sebesar Rp134,83 triliun dari surat utang domestik berbasis tema. Ini meliputi Green Sukuk domestik senilai Rp110,49 triliun sejak 2019, SDG Bond domestik (lelang dan ritel) sebesar Rp22,85 triliun sejak 2022, serta instrumen CWLS dan CWLS Ritel yang menghimpun Rp1,49 triliun sejak 2020. Keberhasilan ini menunjukkan konsistensi pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan melalui inovasi produk keuangan yang sesuai dengan standar global.
Tujuan utama dari penerbitan surat utang tematik ini adalah mendukung program pembangunan berkelanjutan, termasuk transisi energi bersih, kesejahteraan sosial, dan perlindungan ekosistem laut. Dengan pendanaan yang dihimpun, pemerintah berharap dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di berbagai sektor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial di mata dunia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


