Pemerintah Daerah Diminta Wujudkan Anjungan di TMII
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI mendorong seluruh pemerintah daerah memanfaatkan anjungan di TMII sebagai wadah promosi budaya dan pariwisata daerah secara optimal.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati mengajak seluruh pemerintah provinsi untuk memaksimalkan peran anjungan daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya, potensi ekonomi kreatif, dan destinasi wisata masing-masing. Kunjungan kerja Komisi VII ke TMII menjadi momentum penting untuk menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun citra Indonesia melalui ruang publik yang berkelanjutan.
Revitalisasi TMII yang telah dilakukan secara menyeluruh telah menciptakan lingkungan yang lebih asri, nyaman, dan ramah pengunjung. Di samping itu, pengelola TMII terus menghadirkan berbagai inovasi program, termasuk pertunjukan seni, atraksi cahaya, dan kegiatan komunitas seperti Bhinneka Run 2026, yang menarik minat masyarakat dari berbagai daerah. Menurut Rahayu, TMII kini bukan hanya taman rekreasi, tetapi juga jendela nasional bagi wisatawan dalam dan luar negeri.
Ia menekankan bahwa anjungan provinsi menjadi representasi dari identitas daerah, baik dari segi arsitektur, kuliner, kriya, maupun seni tradisional. Beberapa anjungan, seperti Kalimantan Selatan, telah mendapatkan pengakuan sebagai yang terbaik berkat keaktifan dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif dan promosi lokal secara konsisten. Namun, masih terdapat sejumlah provinsi hasil pemekaran yang belum memiliki anjungan, sehingga perlu dukungan lebih dari pemerintah daerah untuk menyusun rencana khusus.
Rahayu menegaskan bahwa keberhasilan anjungan tidak terlepas dari komitmen dan partisipasi pemerintah daerah dalam memberikan dukungan operasional, promosi, dan keterlibatan masyarakat. Ia mengajak semua daerah untuk tidak menunggu, tetapi segera bergerak, karena TMII menyediakan ruang yang strategis untuk memperkenalkan potensi lokal secara luas dan efisien. Dengan kunjungan selama satu hari atau akhir pekan, masyarakat dapat mengetahui keragaman Indonesia tanpa harus melakukan perjalanan jauh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


