Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Diminta Tingkatkan Armada KRL Jabodetabek

Anggota DPR menekankan perlunya penambahan armada KRL Jabodetabek mengingat tingginya kepadatan dan pertumbuhan jumlah penumpang harian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 15.42 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 6x dibuka
Pemerintah Diminta Tingkatkan Armada KRL Jabodetabek📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kepadatan ekstrem pada kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek pada jam-jam sibuk menjadi sorotan serius dari anggota Komisi VI DPR RI. Ia menilai kondisi tersebut telah melebihi batas kenyamanan penumpang, menuntut respons cepat dari pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam memperluas kapasitas layanan. Dalam pernyataannya, anggota dewan menyebut bahwa kepadatan bukanlah hal yang bisa diterima sebagai hal biasa, melainkan indikator kegagalan dalam perencanaan transportasi massal jangka panjang.

Berdasarkan data KAI periode semester I 2026, rata-rata pengguna KRL Jabodetabek mencapai 1,1 juta penumpang per hari, dengan lonjakan hingga 1,3 juta pada puncak kepadatan. Angka ini menunjukkan tekanan yang terus meningkat terhadap infrastruktur transportasi berbasis rel. Anggota DPR menekankan bahwa pertumbuhan jumlah penumpang harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas layanan, termasuk penambahan armada kereta, agar sistem tetap efisien dan layak digunakan oleh masyarakat.

Ia menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum keputusan impor rangkaian kereta dilakukan. Menurutnya, kecepatan kedatangan kereta baru bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Harus dipastikan bahwa kereta yang diimpor memenuhi standar keselamatan, laik operasi, sesuai dengan kondisi infrastruktur lokal, serta mendukung sistem persinyalan yang ada. Ketersediaan suku cadang dan kapasitas perawatan juga menjadi pertimbangan krusial dalam proses pengadaan.

Lebih dari sekadar menambah jumlah kereta, anggota DPR menekankan perlunya pembangunan ekosistem transportasi KRL yang berkelanjutan. Solusi jangka panjang harus mencakup ketersediaan fasilitas pendukung, peningkatan keandalan, serta kemampuan sistem untuk menyerap pertumbuhan penumpang di masa depan. Ia juga memperingatkan agar kebijakan impor tidak menggerus perkembangan industri perkeretaapian nasional yang sedang berusaha bangkit.

Pemerintah diminta tidak hanya fokus pada aspek fisik seperti jumlah kereta, tetapi juga memperhatikan aspek teknis, keamanan, dan keberlanjutan sistem secara keseluruhan. Dengan pendekatan holistik, KRL Jabodetabek dapat menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, serta mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya