Pemerintah Dorong 22,5 Juta Penerima Bansos Capai Mandiri
Pemerintah terus mendorong penurunan jumlah penerima bantuan sosial dari 22,5 juta orang melalui program pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen untuk mengurangi ketergantungan sosial melalui pendekatan pemberdayaan, dengan target menurunkan jumlah penerima bantuan sosial dari angka saat ini sekitar 22,5 juta jiwa. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas ekonomi dan kemandirian masyarakat. Pencapaian tersebut dianggap sebagai indikator utama keberhasilan program pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menegaskan bahwa transformasi sosial harus dimulai dari perubahan paradigma—dari masyarakat sebagai objek bantuan menjadi subjek pembangunan aktif. Ia menekankan pentingnya peran kelompok masyarakat, seperti organisasi keagamaan dan komunitas lokal, dalam menjalankan kegiatan produktif yang mendorong kemandirian ekonomi. Dengan memperkuat kapasitas lokal, diharapkan masyarakat mampu menopang kehidupannya tanpa ketergantungan jangka panjang pada bantuan negara.
Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 33 ribu peserta dari berbagai daerah menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga meminta doa bagi korban kebakaran hutan dan lahan, khususnya bagi para relawan yang telah berdedikasi tinggi dalam penanganan bencana. Harapan disampaikan agar seluruh pihak tetap sehat dan kuat dalam menghadapi tantangan sosial dan lingkungan.
Pemerintah menyadari bahwa proses pemberdayaan bukanlah tugas yang bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan pendekatan bersama, diharapkan Indonesia dapat melampaui berbagai tantangan seperti kemiskinan struktural, bencana alam, dan ketimpangan sosial. Tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat yang tangguh, produktif, dan mampu menentukan masa depannya sendiri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

