Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Dorong 22,5 Juta Penerima Bansos Capai Mandiri

Pemerintah terus mendorong penurunan jumlah penerima bantuan sosial dari 22,5 juta orang melalui program pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
Pemerintah Dorong 22,5 Juta Penerima Bansos Capai Mandiri📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen untuk mengurangi ketergantungan sosial melalui pendekatan pemberdayaan, dengan target menurunkan jumlah penerima bantuan sosial dari angka saat ini sekitar 22,5 juta jiwa. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas ekonomi dan kemandirian masyarakat. Pencapaian tersebut dianggap sebagai indikator utama keberhasilan program pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menegaskan bahwa transformasi sosial harus dimulai dari perubahan paradigma—dari masyarakat sebagai objek bantuan menjadi subjek pembangunan aktif. Ia menekankan pentingnya peran kelompok masyarakat, seperti organisasi keagamaan dan komunitas lokal, dalam menjalankan kegiatan produktif yang mendorong kemandirian ekonomi. Dengan memperkuat kapasitas lokal, diharapkan masyarakat mampu menopang kehidupannya tanpa ketergantungan jangka panjang pada bantuan negara.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 33 ribu peserta dari berbagai daerah menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga meminta doa bagi korban kebakaran hutan dan lahan, khususnya bagi para relawan yang telah berdedikasi tinggi dalam penanganan bencana. Harapan disampaikan agar seluruh pihak tetap sehat dan kuat dalam menghadapi tantangan sosial dan lingkungan.

Pemerintah menyadari bahwa proses pemberdayaan bukanlah tugas yang bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan pendekatan bersama, diharapkan Indonesia dapat melampaui berbagai tantangan seperti kemiskinan struktural, bencana alam, dan ketimpangan sosial. Tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat yang tangguh, produktif, dan mampu menentukan masa depannya sendiri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya