Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Fokus Selesaikan Proyek Rusun, 3 Tower Baru Tahun Depan

Anggaran Rp452,9 miliar untuk rusun 2027 digunakan sebagian besar untuk menyelesaikan proyek berjalan, dengan hanya tiga tower baru dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan aparatur negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Fokus Selesaikan Proyek Rusun, 3 Tower Baru Tahun Depan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp452,96 miliar untuk program rumah susun pada tahun 2027, yang mencakup penyelesaian proyek tahun sebelumnya serta pembangunan tiga tower baru. Dari total tersebut, sekitar Rp325,29 miliar dialokasikan untuk melanjutkan kontrak multiyears (MYC) 2026–2027, menjangkau 500 unit hunian dalam sembilan tower. Sisanya, sekitar Rp127,67 miliar, diperuntukkan bagi pembangunan tiga tower baru yang menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, ASN, TNI/Polri, dan pelajar.

Pembangunan rusun baru pada 2027 terbatas pada tiga tower, menunjukkan fokus pemerintah pada kelanjutan proyek yang telah dimulai daripada ekspansi baru. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, yang menekankan bahwa kebutuhan anggaran untuk mencapai target nasional belum terpenuhi. Dengan pagu yang tersedia, diperkirakan masih terjadi kekurangan anggaran mencapai Rp36,49 triliun untuk membangun 50.500 unit hunian vertikal atau setara 421 tower.

Didyk menjelaskan bahwa alokasi anggaran yang tersedia memang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mendesak akan hunian vertikal di kawasan perkotaan. Meskipun demikian, pemerintah tetap mengutamakan konsistensi dalam penyelesaian proyek yang telah berjalan agar tidak terjadi pemborosan dan penundaan. Target penyelesaian proyek tahunan tetap menjadi prioritas, terlepas dari keterbatasan anggaran.

Pembangunan rusun tetap menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau di kota-kota besar. Fokus pada hunian vertikal menunjukkan kebijakan yang berorientasi pada efisiensi lahan dan penanganan densitas penduduk. Selain masyarakat berpenghasilan rendah, program ini juga mencakup ASN, anggota TNI/Polri, serta fasilitas asrama pendidikan, yang diharapkan dapat mendukung kinerja aparatur dan pendidikan di tingkat nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya