Pemerintah Fokus Selesaikan Proyek Rusun, 3 Tower Baru Tahun Depan
Anggaran Rp452,9 miliar untuk rusun 2027 digunakan sebagian besar untuk menyelesaikan proyek berjalan, dengan hanya tiga tower baru dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan aparatur negara.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp452,96 miliar untuk program rumah susun pada tahun 2027, yang mencakup penyelesaian proyek tahun sebelumnya serta pembangunan tiga tower baru. Dari total tersebut, sekitar Rp325,29 miliar dialokasikan untuk melanjutkan kontrak multiyears (MYC) 2026–2027, menjangkau 500 unit hunian dalam sembilan tower. Sisanya, sekitar Rp127,67 miliar, diperuntukkan bagi pembangunan tiga tower baru yang menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, ASN, TNI/Polri, dan pelajar.
Pembangunan rusun baru pada 2027 terbatas pada tiga tower, menunjukkan fokus pemerintah pada kelanjutan proyek yang telah dimulai daripada ekspansi baru. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, yang menekankan bahwa kebutuhan anggaran untuk mencapai target nasional belum terpenuhi. Dengan pagu yang tersedia, diperkirakan masih terjadi kekurangan anggaran mencapai Rp36,49 triliun untuk membangun 50.500 unit hunian vertikal atau setara 421 tower.
Didyk menjelaskan bahwa alokasi anggaran yang tersedia memang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mendesak akan hunian vertikal di kawasan perkotaan. Meskipun demikian, pemerintah tetap mengutamakan konsistensi dalam penyelesaian proyek yang telah berjalan agar tidak terjadi pemborosan dan penundaan. Target penyelesaian proyek tahunan tetap menjadi prioritas, terlepas dari keterbatasan anggaran.
Pembangunan rusun tetap menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau di kota-kota besar. Fokus pada hunian vertikal menunjukkan kebijakan yang berorientasi pada efisiensi lahan dan penanganan densitas penduduk. Selain masyarakat berpenghasilan rendah, program ini juga mencakup ASN, anggota TNI/Polri, serta fasilitas asrama pendidikan, yang diharapkan dapat mendukung kinerja aparatur dan pendidikan di tingkat nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Pemerintah pusat siapkan skema pinjaman infrastruktur melalui PT SMI, dengan pembayaran dilakukan dari dana bagi hasil yang diterima daerah.
8 September 2026

SMGR Perkuat Ekspansi Pasar Lewat Proyek Strategis dan Reformasi Bisnis
Laba bersih Semen Indonesia tumbuh 445% pada semester pertama 2026, didorong proyek pemerintah, penataan anak usaha, dan pemulihan merek Kujang.
8 September 2026

Jepang Dorong Investasi di Kawasan Rebana, Fokus pada Ekonomi Hijau dan Infrastruktur
Pemerintah bersama JICA gelar seminar untuk memperkuat kemitraan publik-swasta dan menarik investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, dengan fokus pada industri hijau dan pengembangan infrastruktur strategis.
8 September 2026

Lelang Aset Cuci Uang Rp42 Triliun, Perhiasan dan Tas Mewah Dibuka ke Publik
Ratusan barang mewah hasil sitaan kasus pencucian uang senilai Rp42 triliun di Singapura dilelang secara daring, dengan target pendapatan Rp40,4–54,3 miliar.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


