Pemerintah Perkuat Cadangan Energi Nasional ke 30 Hari
Pemerintah berupaya tingkatkan cadangan energi nasional dari rata-rata 21 menjadi minimal 30 hari demi antisipasi gangguan pasokan global akibat ketegangan geopolitik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mempercepat langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan menaikkan rata-rata cadangan operasional energi dari saat ini sekitar 21 hari menjadi minimal 30 hari. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistemik menghadapi risiko gangguan pasokan yang muncul akibat ketidakstabilan geopolitik di berbagai wilayah dunia. Target ini disebut penting untuk memastikan ketersediaan energi dalam kondisi darurat, baik terkait minyak maupun bahan bakar lainnya.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa ketahanan cadangan bukan sekadar soal stok, tetapi juga ketahanan sistemik terhadap tekanan eksternal. Ia menyoroti dampak konflik global seperti di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang berdampak langsung pada volatilitas harga dan ketersediaan energi. Dengan cadangan yang lebih besar, Indonesia diharapkan mampu menyerap tekanan pasokan tanpa menimbulkan gejolak di sektor strategis seperti transportasi, industri, dan kelistrikan.
Upaya ini dilakukan tidak hanya dengan memperbesar cadangan, tetapi juga meningkatkan produksi energi dalam negeri. Pemerintah menargetkan produksi minyak nasional naik dari 600 ribu barel per hari saat ini menjadi sekitar 1 juta barel per hari pada tahun 2030. Sementara produksi gas ditargetkan mencapai 12 miliar kaki kubik per hari dalam periode yang sama. Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan menjadi prioritas, termasuk implementasi biodiesel B50 sejak 2026 dan persiapan penerapan B60 pada tahun berikutnya.
Penguatan energi juga dilakukan melalui substitusi LPG dengan gas bumi dalam bentuk CNG. Kebijakan ini didukung ketersediaan cadangan gas dalam negeri yang cukup, serta potensi pengurangan ketergantungan impor. Pemanfaatan CNG diharapkan mampu menstabilkan harga energi dan meningkatkan efisiensi sistem energi nasional secara menyeluruh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

