Pemerintah Perkuat Target Subsidi LPG Melalui Digitalisasi Data
Pemerintah kembali memperkuat kebijakan distribusi LPG subsidi dengan digitalisasi data pengguna dan pengaturan berbasis kesejahteraan untuk menekan beban anggaran.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan perluasan penggunaan LPG 3 kg bersubsidi yang terus meningkat setiap tahun menyebabkan beban anggaran negara membesar. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa akses terbuka terhadap LPG 3 kg memungkinkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang tidak layak, mengonsumsi produk subsidi. Hal ini menimbulkan ketidakefisienan dalam penyaluran bantuan energi.
Untuk menangani persoalan tersebut, pemerintah bersama PT Pertamina tengah mendorong transformasi sistem distribusi LPG 3 kg melalui pendataan digital berbasis web. Proses ini telah dilaksanakan sejak Maret 2023, dengan tahap pertama mencatat pengguna LPG tabung 3 kg secara online. Selanjutnya, data tersebut akan dipadankan dengan informasi kesejahteraan masyarakat guna menentukan penerima subsidi secara lebih akurat.
Langkah strategis lain yang sedang dipertimbangkan adalah penerapan kriteria desil sebagai acuan dalam menentukan kelompok penerima subsidi. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pertamina untuk memastikan kebijakan ini berbasis data valid dan transparan. Tujuannya adalah memastikan subsidi benar-benar menjangkau kelompok miskin dan rentan, bukan hanya sekadar berdasarkan jenis produk.
Pada sisi harga, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga produk LPG non subsidi Bright Gas mulai 15 Agustus 2026. Harga Bright Gas 12 kg turun dari Rp220.000 menjadi Rp218.000 per tabung, sedangkan ukuran 5,5 kg mengalami penurunan dari Rp103.000 menjadi Rp102.000 per tabung di wilayah Pulau Jawa. Harga di wilayah lain bervariasi sesuai kondisi lokal, dengan kisaran harga tertinggi di Maluku dan Papua mencapai Rp275.000 untuk tabung 12 kg.
Sementara itu, harga LPG 3 kg bersubsidi tetap stabil di level Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp19.000 per tabung di pangkalan resmi, meski di tingkat pengecer bisa mencapai Rp22.000 termasuk ongkos kirim. Penyesuaian harga dan penerapan kebijakan digitalisasi diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


