Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Tambah Alokasi Beras SPHP untuk Cegah Kenaikan Harga

Pemerintah menambah pasokan beras subsidi SPHP sebesar 1 juta ton untuk menstabilkan harga akibat penurunan produksi akibat kemarau kering.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemerintah Tambah Alokasi Beras SPHP untuk Cegah Kenaikan Harga
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kenaikan harga beras di pasar mulai terjadi akibat penurunan produksi petani di tengah musim kemarau panjang yang menyebabkan kondisi paceklik. Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyebut kenaikan harga mencapai Rp100 hingga Rp200 per kilogram, disebabkan oleh minimnya pasokan akibat tidak adanya panen musim ini. Ia menegaskan bahwa kondisi ini berbeda dari tahun lalu yang masih mengalami hujan hingga Desember, sehingga petani tetap bisa menanam padi secara berkelanjutan.

Untuk meredam lonjakan harga, pemerintah memutuskan menambah alokasi beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1 juta ton. Alokasi tambahan ini akan disalurkan mulai Oktober hingga Desember 2026, dengan target harga beras medium subsidi di kisaran Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram. Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi antara pemerintah dan Perum Bulog, yang sebelumnya hanya mengusulkan penambahan 400 ribu ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa tambahan pasokan sebesar 1 juta ton jauh melampaui usulan awal, yang menunjukkan dukungan kuat dari pemerintah. Ia menjelaskan stok SPHP di gudang saat ini hanya tersisa sekitar 100 ribu ton, sehingga kebutuhan hingga akhir tahun memerlukan penambahan signifikan. Penyaluran beras subsidi ini juga bertujuan untuk meningkatkan peredaran pasar dan mencegah lonjakan harga di tengah permintaan yang meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Selain beras, pemerintah juga memutuskan merapel bantuan pangan bagi masyarakat penerima manfaat dari desil 1 hingga 4, yang jumlahnya lebih dari 33 juta orang. Bantuan akan diberikan sekaligus sebanyak 30 kg per keluarga, bukan 10 kg per bulan, dengan total volume sekitar 900 ribu hingga hampir 1 juta ton. Bulog diminta menyalurkan bantuan tersebut dalam bulan ini agar dampak ekonomi langsung terasa di masyarakat.

Pemerintah juga menyiapkan penyaluran 150 ribu ton jagung melalui SPHP untuk mendukung peternak usaha mikro, kecil, dan menengah yang terdampak kemarau. Jumlah jagung ini ditujukan khusus untuk peternak skala menengah ke bawah, bukan untuk industri besar, guna mencegah kenaikan harga pakan ternak akibat turunnya produksi jagung selama musim paceklik. Langkah ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk menjaga stabilitas harga pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya