Penanganan Karhutla di Way Kambas Harus Fokus pada Pencegahan Berkelanjutan
DPR RI menekankan perlunya sistem pencegahan dini dan partisipasi masyarakat untuk mengatasi karhutla di Way Kambas secara berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 11.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Komisi IV DPR RI menyoroti kelemahan sistem penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas yang masih mengandalkan respons pasca-kejadian. Wakil Ketua Komisi IV Hanan A Rozak menegaskan bahwa fokus hanya pada pemadaman api setiap tahun justru mengindikasikan kegagalan dalam pencegahan dini, yang harus dievaluasi secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa upaya penanggulangan tidak boleh berhenti pada saat api padam, melainkan harus mencakup langkah-langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kebakaran di kawasan konservasi, kata Hanan, bukan sekadar merusak vegetasi, tetapi juga mengancam habitat dan sumber pakan Gajah Sumatera yang rentan terganggu. Oleh sebab itu, penanganan harus dimulai dari hulu, termasuk penguatan deteksi dini, kesiapan tim penanggulangan, pemantauan rutin, serta keterlibatan aktif masyarakat sekitar. Pemantauan yang berkelanjutan dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran meluas.
Upaya pemulihan ekosistem juga menjadi prioritas, dengan perlunya rencana rehabilitasi yang jelas, mencakup jenis tanaman yang tepat, luas area yang akan direhabilitasi, serta pengawasan berkala pasca-rehabilitasi. Komite Gabungan Mitigasi Interaksi Gajah Sumatera menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat desa penyangga menjadi fondasi utama keberhasilan konservasi. Saat ini, lebih dari 3.000 warga telah terlibat dalam program ekonomi alternatif seperti homestay, usaha kuliner, dan budi daya lebah.
Kerja sama dengan Kodam XXI/Raden Inten telah dilakukan melalui pelatihan dan penyuluhan penanggulangan karhutla serta pendeteksian dini kepada warga. Bantuan peralatan pemadam juga telah disalurkan untuk mendukung kapasitas lokal. Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan penganggaran Komisi IV DPR RI dalam masa sidang I tahun 2026–2027, yang melibatkan 16 anggota dari berbagai fraksi beserta tim ahli.
Rombongan meninjau Command Center Plang Ijo dan Rumah Sakit Gajah Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaja, serta melakukan koordinasi dengan pejabat terkait seperti Dirjen KSDAE Kemenhut, Kepala Balai TNWK, Wakil Gubernur Lampung, dan Bupati Lampung Timur. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa kebijakan konservasi tidak hanya berbasis reaksi, tetapi juga berbasis pencegahan dan pemulihan ekosistem yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Bidik Rp270 Triliun dari Forum Asia Baru 2026
Forum Asia Baru 2026 di Bali menargetkan investasi global sebesar US$30 miliar, dengan Indonesia berharap menarik 40%-50% atau setara Rp270 triliun dari total tersebut.
25 Oktober 2026

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Perubahan skema insentif SPPG dari Rp6 juta per hari menjadi Rp2.000 per porsi diestimasi menghemat anggaran negara hampir Rp3 triliun hingga akhir Desember 2026.
25 Oktober 2026

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

