Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pendekatan Humanis Jadi Strategi Utama Tangani Anak Jalanan Baubau

Dinas P3AKB Baubau menerapkan pendekatan humanis untuk menangani anak jalanan, fokus pada rehabilitasi dan pemulihan kesejahteraan tanpa diskriminasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pendekatan Humanis Jadi Strategi Utama Tangani Anak Jalanan Baubau
Foto: Foto: Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Kependudukan (DP3AKB) Kota Baubau kini mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani anak jalanan. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga martabat anak, memastikan perlindungan hak dasar, serta memulihkan kondisi fisik dan psikologis mereka secara menyeluruh. Metode ini jauh dari penindakan keras, melainkan berfokus pada pendampingan dan integrasi sosial.

Kegiatan yang dilakukan mencakup pendataan terstruktur, pendampingan psikososial, pemberian layanan kesehatan, dan koordinasi dengan lembaga terkait seperti Dinas Sosial dan pihak keluarga. Setiap anak yang ditemukan di jalanan tidak langsung dibawa ke tempat penampungan, melainkan melalui proses asesmen untuk menentukan kebutuhan khusus. Tujuan utamanya adalah memulihkan kembali kehidupan anak secara utuh, bukan hanya menangani gejala.

Kepala DP3AKB Baubau menegaskan bahwa pendekatan ini bukan sekadar kebijakan, melainkan komitmen moral terhadap perlindungan anak. “Kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan masa depan yang layak, bahkan jika mereka pernah tersesat di jalanan,” ujar dia dalam keterangan resmi. Pendekatan ini juga menekankan partisipasi aktif masyarakat, termasuk tokoh adat dan agama, dalam membangun lingkungan yang ramah anak.

Dengan pendekatan berbasis kemanusiaan, program ini menunjukkan bahwa penanganan anak jalanan bukan soal mengusir atau menangkap, melainkan menyelamatkan dan memulihkan. Hasilnya, sejumlah anak telah berhasil kembali ke keluarga atau mendapatkan tempat tinggal yang layak, serta kembali ke jalur pendidikan. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menangani persoalan sosial anak secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya