Pendekatan Humanis Jadi Strategi Utama Tangani Anak Jalanan Baubau
Dinas P3AKB Baubau menerapkan pendekatan humanis untuk menangani anak jalanan, fokus pada rehabilitasi dan pemulihan kesejahteraan tanpa diskriminasi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Kependudukan (DP3AKB) Kota Baubau kini mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani anak jalanan. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga martabat anak, memastikan perlindungan hak dasar, serta memulihkan kondisi fisik dan psikologis mereka secara menyeluruh. Metode ini jauh dari penindakan keras, melainkan berfokus pada pendampingan dan integrasi sosial.
Kegiatan yang dilakukan mencakup pendataan terstruktur, pendampingan psikososial, pemberian layanan kesehatan, dan koordinasi dengan lembaga terkait seperti Dinas Sosial dan pihak keluarga. Setiap anak yang ditemukan di jalanan tidak langsung dibawa ke tempat penampungan, melainkan melalui proses asesmen untuk menentukan kebutuhan khusus. Tujuan utamanya adalah memulihkan kembali kehidupan anak secara utuh, bukan hanya menangani gejala.
Kepala DP3AKB Baubau menegaskan bahwa pendekatan ini bukan sekadar kebijakan, melainkan komitmen moral terhadap perlindungan anak. “Kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan masa depan yang layak, bahkan jika mereka pernah tersesat di jalanan,” ujar dia dalam keterangan resmi. Pendekatan ini juga menekankan partisipasi aktif masyarakat, termasuk tokoh adat dan agama, dalam membangun lingkungan yang ramah anak.
Dengan pendekatan berbasis kemanusiaan, program ini menunjukkan bahwa penanganan anak jalanan bukan soal mengusir atau menangkap, melainkan menyelamatkan dan memulihkan. Hasilnya, sejumlah anak telah berhasil kembali ke keluarga atau mendapatkan tempat tinggal yang layak, serta kembali ke jalur pendidikan. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menangani persoalan sosial anak secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mantan Siswa Laporkan Guru karena Dugaan Pemerkosaan Berulang
Seorang mantan siswa melaporkan guru di Sulawesi Tenggara atas dugaan pemerkosaan yang terjadi selama masa sekolah, dengan korban menyebutkan 13 kali kejadian.
9 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang Nikel di Pulau Kecil, GERAK SULTRA Dukung Langkah Verifikasi
Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sultra mendukung Kejati Sultra yang akan memverifikasi aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil, termasuk area pasca tambang milik istri Gubernur.
9 September 2026

Kolaborasi Pemprov dan Kejati Sultra Percepat Pemulihan Aset dan Tata Kelola SDA
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sultra dan Kejati Sultra bertujuan mempercepat penertiban aset daerah dan perbaikan tata kelola sumber daya alam melalui pendekatan restoratif dan kolaboratif.
9 September 2026

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


