Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penerbangan Dibatalkan Akibat Abu Vulkanik, 1.558 Penerbangan Terdampak

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan sementara delapan bandara, mengganggu 1.558 penerbangan dan mengharuskan maskapai menangani penumpang dengan penjadwalan ulang atau pengembalian dana.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penerbangan Dibatalkan Akibat Abu Vulkanik, 1.558 Penerbangan Terdampak
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penutupan sementara delapan bandara di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, serta empat bandara di wilayah Tangerang dan Lampung. Penutupan diperpanjang hingga Senin pagi pukul 09.00 WIB karena sebaran abu vulkanik masih dinamis dan arah angin tidak menunjang keamanan penerbangan. Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa keputusan penutupan diambil sebagai langkah preventif demi menjaga keselamatan penerbangan.

Dampak dari penutupan tersebut terasa luas, dengan total 1.558 penerbangan terganggu. Banyak rute utama menuju Jakarta dan wilayah terdampak terpaksa dibatalkan, termasuk delapan penerbangan dari dan ke Bandara El Tari Kupang. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, dan Super Airjet turut terdampak. Penumpang diberikan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian biaya tiket sesuai kebijakan masing-masing perusahaan.

Menteri Perhubungan menekankan pentingnya penanganan yang cepat dan transparan terhadap penumpang terdampak. Ia menyerukan agar maskapai memenuhi hak penumpang, termasuk memberikan layanan reschedule atau refund tanpa hambatan. Penumpang juga diimbau untuk tetap tenang dan mencari informasi resmi melalui aplikasi, situs web maskapai, atau petugas di lokasi bandara, bukan mengandalkan media sosial atau pesan berantai yang bisa menyesatkan.

Pemerintah telah menyiapkan alternatif operasional melalui sejumlah bandara lain, seperti Kertajati, Juanda, Yogyakarta International Airport, serta fasilitas di Semarang dan Solo. Penumpang yang dialihkan juga dapat menggunakan transportasi darat sebagai pendukung. Selain itu, penting bagi penumpang untuk menyimpan semua dokumen perjalanan, termasuk tiket, boarding pass, dan bukti komunikasi dengan maskapai, sebagai dasar pengajuan layanan lanjutan.

Sebelum kembali ke bandara, penumpang diminta memverifikasi status penerbangan melalui kanal resmi. Kementerian Perhubungan terus memantau kondisi abu vulkanik dan melakukan pengujian rutin terhadap kelayakan operasional bandara. Keputusan pembukaan kembali dilakukan hanya setelah dinilai aman secara keselamatan, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya