Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penutupan Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Penutupan enam bandara di Jawa dan Banten diperpanjang empat jam karena abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau masih membahayakan penerbangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penutupan Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah memperpanjang penutupan sementara terhadap enam bandara utama di wilayah Jawa dan Banten hingga empat jam ke depan, menyusul masih berlangsungnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi pada Minggu (6/9) siang, dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Menteri Perhubungan, menyusul hasil pemantauan terkini yang menunjukkan kondisi belum stabil. Bandara yang terdampak meliputi Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Raden Inten, Budiarto, Pondok Cabe, dan Husein Sastranegara.

Pihak berwenang menegaskan bahwa penutupan tetap berlaku karena risiko abu vulkanik yang masih menyebar di ketinggian dan dapat mengganggu sistem mesin pesawat. Dalam paparannya, Menhub menyoroti bahwa kondisi geologis masih menunjukkan aktivitas erupsi yang signifikan, sehingga keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil secara sembarangan, melainkan berdasarkan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta analisis citra satelit dari Himawari-9.

Sebagai respons mitigasi, pemerintah telah menyiapkan tiga bandara alternatif untuk menampung penerbangan yang terdampak. Ketiga lokasi tersebut adalah Bandara Kertajati di Jawa Barat, Bandara Ahmad Yani di Semarang, dan Bandara Juanda di Surabaya. Ketiga fasilitas udara ini dipastikan siap menerima penerbangan komersial dengan kapasitas yang memadai, dengan pertimbangan rute dan kondisi operasional yang masih memungkinkan.

Tidak ada dampak signifikan terhadap transportasi laut, termasuk rute penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni. Meskipun demikian, pemerintah memutuskan untuk tidak menambah armada kapal, karena tren jumlah penumpang menurun akibat situasi erupsi. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian operasional demi efisiensi dan responsif terhadap kondisi aktual.

Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau telah teridentifikasi dalam dua arah utama. Yang pertama menyebar ke timur laut dan selatan, mencakup wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Sementara itu, arus kedua bergerak ke barat daya dan barat laut, menjangkau sebagian Bengkulu, Lampung, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sekitar wilayah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya