Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang hingga Malam Ini

Penghentian operasional Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 21.30 WIB akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang hingga Malam Ini
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bandara Soekarno-Hatta kembali memperpanjang masa penutupan operasional hingga pukul 21.30 WIB pada hari ini, Minggu (6/9), menyusul erupsi berkepanjangan dari Gunung Anak Krakatau sejak malam Jumat. Keputusan ini diumumkan melalui akun resmi Otoritas Bandar Udara Wilayah I, yang menegaskan bahwa aktivitas penerbangan sementara dihentikan demi menjamin keselamatan penerbangan.

Penghentian juga berlaku untuk Bandar Udara Husein Sastranegara di Bandung, yang akan ditutup hingga Senin, 7 September pukul 06.00 WIB. Sementara itu, Bandar Udara Pondok Cabe dan M. Taufik Kiemas Krui mengalami penutupan hingga Senin, 7 September pukul 09.00 WIB, sesuai dengan pemberitahuan NOTAM terbaru.

Dampak erupsi terasa di sejumlah wilayah, termasuk Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, yang terpapar abu vulkanik dari letusan yang terjadi secara berulang sejak Jumat malam. BMKG melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta analisis citra Himawari-9 menyebutkan sebaran abu terbagi menjadi dua arah dominan.

Salah satu sebaran menyebar ke timur laut-selatan, mencakup wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Sementara sebaran lainnya bergerak ke barat daya-barat laut, menjangkau Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Otoritas bandar udara mengimbau seluruh penumpang untuk memeriksa kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan penerbangan akibat abu vulkanik yang dapat merusak mesin pesawat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya