Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penutupan Delapan Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik

Penutupan total delapan bandara di sejumlah wilayah dipertahankan hingga 7 September 2026 karena risiko abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang masih tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penutupan Delapan Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perhubungan memutuskan untuk memperpanjang penutupan operasional delapan bandara di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Senin, 7 September 2026, pukul 09.00 WIB. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan demi menjamin keselamatan penerbangan, mengingat kondisi atmosfer yang terus berubah secara dinamis. Bandara Soekarno Hatta di Tangerang menjadi yang terakhir dibuka, dengan penutupan berakhir pukul 08.59 WIB, sesuai pernyataan resmi dari NOTAM A3368/26 yang diperbarui dari NOTAMR A3355/26.

Pemantauan intensif terus dilakukan oleh Kemenhub bersama BMKG untuk menilai penyebaran abu vulkanik secara real time. Setiap 30 menit dilakukan uji kelayakan udara melalui metode paper test di seluruh bandara terdampak guna memastikan tidak ada penyebaran debu yang membahayakan pesawat. Hasil analisis terbaru menunjukkan perubahan arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan ketinggian yang sangat cepat, sehingga menimbulkan ketidakpastian dalam menentukan waktu pembukaan kembali.

Dalam keterangan resmi, Menteri Perhubungan menegaskan bahwa operasional bandara baru akan dipulihkan setelah kondisi atmosfer terbukti aman dan semua pesawat telah menjalani pemeriksaan menyeluruh. Setiap maskapai diwajibkan memastikan mesin pesawat bebas dari partikel abu vulkanik sebelum melakukan penerbangan. Prosedur ini menjadi standar ketat, bahkan jika pesawat sempat menginap di landasan karena penutupan, mesin tetap harus diperiksa secara menyeluruh.

Daftar bandara yang tetap ditutup mencakup Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu Pagar Alam, Sumatera Selatan. Keputusan ini diambil secara komprehensif, mengingat potensi gangguan pada sistem navigasi dan mesin pesawat akibat abu vulkanik yang sangat halus dan menyebar luas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya