Perempuan Prancis Dorong Solidaritas Lawan Larangan Hijab
Gerakan daring meluas di Prancis dengan perempuan non-Muslim mengenakan jilbab sebagai bentuk protes terhadap rencana larangan yang diusulkan partai sayap kanan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sejumlah perempuan Prancis menginisiasi kampanye daring yang mengejutkan publik, dengan secara sukarela mengenakan jilbab dalam foto dan video yang dipublikasikan di media sosial. Aksi ini menjadi bentuk perlawanan terhadap rencana partai politik ekstrem sayap kanan untuk melarang penggunaan jilbab di ruang publik, jika berhasil memenangkan pemilu presiden tahun 2027. Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar simbol, tetapi upaya menolak diskriminasi terhadap perempuan Muslim.
Kampanye ini muncul setelah pernyataan anggota parlemen partai tersebut, Jean-Philippe Tanguy, yang menyebut bahwa warga yang mengenakan jilbab akan dikenai denda jika partainya berkuasa. Pernyataan itu memicu gelombang kritik luas, terutama karena menimbulkan kekhawatiran akan penganiayaan terhadap kebebasan beragama. Banyak pesan yang menyertai unggahan foto menegaskan komitmen solidaritas: "Saya akan mengenakan jilbab jika aturan itu disahkan."
Prancis telah lama menerapkan kebijakan sekularisme ketat, termasuk pelarangan simbol agama di institusi publik seperti sekolah dan instansi pemerintahan. Sejak 2004, penggunaan jilbab di sekolah negeri dilarang, dan pegawai negeri dilarang memakai atribut keagamaan yang mencolok saat bertugas. Namun, usulan referendum terbaru justru menimbulkan kekhawatiran bahwa kebijakan itu akan diperluas secara signifikan, mengancam kebebasan pribadi perempuan Muslim.
Kegiatan ini menunjukkan ketegangan antara nilai sekularisme dan hak asasi manusia dalam konteks sosial yang semakin kompleks. Dengan pemilu presiden dijadwalkan pada 18 April 2027, dan Presiden Emmanuel Macron tak bisa mencalonkan diri untuk periode ketiga, isu kebebasan beragama menjadi salah satu fokus utama dalam perdebatan politik. Gerakan ini bukan sekadar simpati, melainkan peringatan bahwa kebijakan yang tampak netral bisa justru menjadi alat diskriminasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


