Perguruan Tinggi Diminta Siapkan Pembelajaran Daring Akibat Erupsi Anak Krakatau
Pemerintah mendorong kampus di wilayah terdampak erupsi Anak Krakatau menerapkan pembelajaran daring atau hybrid untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 22.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mengeluarkan imbauan kepada seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk menyesuaikan aktivitas akademik menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung. Langkah ini diambil untuk meminimalkan paparan abu vulkanik terhadap mahasiswa, dosen, dan staf kampus yang beraktivitas di luar ruangan. Kebijakan ini berlaku secara nasional namun disesuaikan dengan tingkat dampak di tiap wilayah.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa pembelajaran dapat dilaksanakan secara daring, hybrid, atau metode lain yang dianggap efektif berdasarkan kondisi lokal. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang strategis dan berorientasi pada keselamatan civitas akademika. Selain proses belajar mengajar, aktivitas layanan administratif dan kegiatan akademik lain juga dapat dimodifikasi sesuai kesiapan kampus.
Kebijakan tidak bersifat seragam; setiap perguruan tinggi diberi ruang untuk menentukan pendekatan terbaik berdasarkan situasi geografis dan tingkat risiko yang dialami. Pemerintah menekankan pentingnya kemandirian institusi dalam menangani dampak erupsi, namun tetap harus menjaga koordinasi dengan pemerintah daerah.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, seluruh pimpinan perguruan tinggi diminta membentuk posko siaga di lingkungan kampus. Posko ini diharapkan menjadi pusat koordinasi internal dan eksternal, memantau perkembangan situasi erupsi, serta memastikan respons cepat terhadap perubahan kondisi, termasuk arah angin dan intensitas abu vulkanik.
Imbauan ini disampaikan dalam konferensi pers virtual, menyusul dinamika aktivitas vulkanik yang terus berubah. Pemerintah meminta kampus untuk tetap waspada, karena dampak abu dapat berubah secara cepat tergantung pada kondisi cuaca dan aktivitas gunung. Tujuan utamanya adalah menjaga keamanan dan kelangsungan proses pendidikan di tengah situasi darurat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


