Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perguruan Tinggi Diminta Siapkan Pembelajaran Daring Akibat Erupsi Anak Krakatau

Pemerintah mendorong kampus di wilayah terdampak erupsi Anak Krakatau menerapkan pembelajaran daring atau hybrid untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 22.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Perguruan Tinggi Diminta Siapkan Pembelajaran Daring Akibat Erupsi Anak Krakatau
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mengeluarkan imbauan kepada seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk menyesuaikan aktivitas akademik menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung. Langkah ini diambil untuk meminimalkan paparan abu vulkanik terhadap mahasiswa, dosen, dan staf kampus yang beraktivitas di luar ruangan. Kebijakan ini berlaku secara nasional namun disesuaikan dengan tingkat dampak di tiap wilayah.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa pembelajaran dapat dilaksanakan secara daring, hybrid, atau metode lain yang dianggap efektif berdasarkan kondisi lokal. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang strategis dan berorientasi pada keselamatan civitas akademika. Selain proses belajar mengajar, aktivitas layanan administratif dan kegiatan akademik lain juga dapat dimodifikasi sesuai kesiapan kampus.

Kebijakan tidak bersifat seragam; setiap perguruan tinggi diberi ruang untuk menentukan pendekatan terbaik berdasarkan situasi geografis dan tingkat risiko yang dialami. Pemerintah menekankan pentingnya kemandirian institusi dalam menangani dampak erupsi, namun tetap harus menjaga koordinasi dengan pemerintah daerah.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, seluruh pimpinan perguruan tinggi diminta membentuk posko siaga di lingkungan kampus. Posko ini diharapkan menjadi pusat koordinasi internal dan eksternal, memantau perkembangan situasi erupsi, serta memastikan respons cepat terhadap perubahan kondisi, termasuk arah angin dan intensitas abu vulkanik.

Imbauan ini disampaikan dalam konferensi pers virtual, menyusul dinamika aktivitas vulkanik yang terus berubah. Pemerintah meminta kampus untuk tetap waspada, karena dampak abu dapat berubah secara cepat tergantung pada kondisi cuaca dan aktivitas gunung. Tujuan utamanya adalah menjaga keamanan dan kelangsungan proses pendidikan di tengah situasi darurat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya