Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perkuliahan Dimulai di UIN Kendari, Dampingi Seminar Nasional dan Maulid Nabi

UIN Kendari resmi memulai perkuliahan semester ganjil dengan menggelar seminar nasional dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara bersamaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Perkuliahan Dimulai di UIN Kendari, Dampingi Seminar Nasional dan Maulid Nabi
Foto: Foto: Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan akademik di Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari resmi dimulai dengan pelaksanaan perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2023/2024. Peresmian dimulai dari serangkaian acara yang menggabungkan dimensi akademik dan keagamaan, meliputi seminar nasional serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara.

Seminar nasional yang berlangsung dalam dua hari mengusung tema kebangkitan nilai-nilai keislaman dalam konteks pendidikan tinggi. Narasumber utama berasal dari berbagai institusi perguruan tinggi dan lembaga keilmuan nasional, membahas transformasi pendidikan Islam di era digital. Fokus utama pembahasan mencakup integrasi keilmuan dengan nilai-nilai keislaman, serta peran perguruan tinggi dalam membangun generasi berakhlak mulia dan berdaya saing global.

Puncak acara ditandai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diisi dengan ceramah agama oleh tokoh ulama kondang. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat keislaman di lingkungan kampus, sekaligus menjadi momen refleksi terhadap teladan Nabi dalam kehidupan akademik dan sosial. Seluruh rangkaian acara dilaksanakan secara luring dan daring, menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Rektor UIN Kendari menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen kampus dalam membangun karakter mahasiswa yang berimbang antara ilmu pengetahuan dan akhlak. Ia menekankan pentingnya menjadikan momen keagamaan sebagai penguat semangat akademik, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Tujuan utama adalah menciptakan kampus yang menjadi pusat keilmuan sekaligus pusat pencerahan spiritual.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya