Perlindungan Anak dari Abu Vulkanik, IDAI Beri Panduan Jelas
IDAI menyampaikan langkah konkret bagi orang tua untuk melindungi anak dari dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan serangkaian rekomendasi strategis untuk mengurangi paparan abu vulkanik terhadap anak, terutama di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Dokter spesialis anak yang menangani masalah pernapasan, dr. Wahyuni Indawati, menekankan pentingnya tindakan pencegahan sebelum gejala muncul, bukan menunggu hingga anak menunjukkan tanda-tanda sakit. Ia menegaskan bahwa paparan abu vulkanik dapat memicu gangguan pada sistem pernapasan, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi serius seperti sesak napas.
Rekomendasi pertama dari IDAI adalah meminimalkan paparan langsung dengan memindahkan anak ke area yang aman jika memungkinkan. Jika tidak, anak harus tetap berada di dalam rumah, terutama saat indeks pencemaran udara (ISPU) melampaui angka 100. Pintu dan jendela harus tertutup rapat, serta sistem pendingin ruangan tidak boleh beroperasi dalam mode ventilasi luar. Penggunaan kipas angin dan AC dalam mode udara segar juga dihindari karena dapat menggerakkan partikel abu yang sudah mengendap.
Upaya pembersihan area harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak melibatkan anak. Sebaiknya gunakan kain basah atau semprotan air terlebih dahulu agar abu tidak terbang kembali. Hindari menyapu kering, karena justru menyebarluaskan partikel berbahaya. Saat harus keluar rumah, anak di atas dua tahun disarankan memakai masker khusus anak dengan penutup yang rapat, dilengkapi kacamata pelindung untuk menghindari iritasi mata.
Perlindungan terhadap kulit juga menjadi fokus, dengan menyarankan pakaian tertutup yang menutupi seluruh tubuh. Di dalam rumah, penting untuk menjauhkan anak dari sumber polusi tambahan seperti asap rokok dan asap dapur yang dapat memperparah gangguan pernapasan. Anak dengan kondisi khusus seperti asma atau alergi perlu dipantau lebih ketat, serta dipastikan obat rutin tersedia dan konsumsi air minum cukup untuk mencegah dehidrasi.
IDAI juga menekankan pentingnya deteksi dini gejala bahaya. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul sesak napas, napas yang lebih cepat dari biasa, tarikan dinding dada saat bernapas, atau saturasi oksigen di bawah 94 persen menurut pengukuran oksimeter. Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan anak secara optimal dalam kondisi darurat lingkungan akibat aktivitas vulkanik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


